• Minggu, 19 September 2021

Kertas dari Limbah Kotoran Gajah Mengusung Spirit Pro-lingkungan

- Minggu, 21 Maret 2021 | 23:45 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar pada 10 Juli 2019 menganugerahkan penghargaan Kalpataru yang bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup di Jakarta kepada sosok yang berkecimpung dengan limbah.

Sosok itu, adalah Sutarjo, seorang guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP Unggulan Indramayu, Jawa Barat.

Ia mendapat Kalpataru setelah menciptakan sebuah alat penyerap polusi udara yang dinamai Sarana Penyerap Polutan Udara, Jaga Gangguan, dan Dampaknya (Sappu Jagad), yang dibuatnya pada 2009.

Sutarjo membuat Sappu Jagad sejak mulai mengetahui dampak buruk pemanasan global terhadap bumi.

Di luar itu, kegiatan pro lingkungan Sutarjo adalah menggagas Gerakan Siswa Cinta Limbah.

Dengan gerakan itu, ia mengajak muridnya mencintai limbah. Para siswa dimintanya memanfaatkan air bekas cucian beras, daging, dan sayur, untuk menyiram tanaman di rumah masing-masing.

Ia juga mengolah pula limbah cucian piring, baju, dan sisa mandi, menjadi nutrisi hewan, di mana meski mengandung sabun, setelah diolah dengan sistem fermentasi, limbah itu rupanya berubah menjadi nutrisi yang tidak berbahaya bagi hewan.

Gambaran umum bila disebutkan limbah, sulit untuk dihindarkan dari soal-soal yang kumuh, kotor, jijik dan sejenisnya.

Secara umum yang disebut limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industri, pertambangan, dan sebagainya

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

X