• Sabtu, 16 Oktober 2021

Wisatawan Domestik Kunci Pemulihan Ekonomi Pariwisata Indonesia

- Senin, 22 Maret 2021 | 18:30 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno. (antara)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno. (antara)

INILAH, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno menyebutkan wisatawan nusantara merupakan kunci terjadinya pemulihan ekonomi pariwisata di Indonesia.

Menurut Sandi saat ini pihaknya tengah menyiapkan 5 destinasi wisata super prioritas atau dikenal sebagai program Bali Baru yang nantinya akan ditargetkan untuk menggaet pasar domestik untuk berwisata di destinasi wisata Indonesia.

“Ada Rp150 triliun dana yang teralokasi oleh wisatawan nusantara untuk berwisata ke luar negeri. Kami ingin dengan hadirnya 5 destinasi super prioritas yang baru, dengan kawasan strategis pariwisata nasional ini kita bisa bisa mengambil peluang atau realokasi dari sebagian dana masyarakat yang habis untuk berwisata di luar negeri,” ujar Sandi dalam webinar bertajuk “Reimagining the Future of Indonesia”, Senin.

Seperti yang diketahui, Pemerintah Indonesia sejak akhir 2019 merencanakan untuk mengembangkan 5 destinasi wisata yang disebut dengan program 5 Bali Baru.

Ada pun 5 tempat destinasi wisata yang dicanangkan untuk dikembangkan menjadi super prioritas oleh Kemenparekraf adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika-Lombok (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan Likupang (Sulawesi Utara).

Sandi menyebutkan target penyelesaian 5 destinasi wisata itu diharapkan rampung pada akhir 2021 setelah sebelumnya sempat mundur dari rencana awal yang ditargetkan selesai pada akhir 2020.

“Kita upayakan wisatawan domestik bisa jadi andalan dan tulang punggung kita. Kita ambil peran yang ditinggal. Istilahnya replacement value,” ujar Sandi.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu pun mengatakan potret pariwisata Indonesia ke depannya akan berubah mengikuti adaptasi kebiasaan baru.

Ia mengatakan para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia kini tengah menggodok pariwisata yang personalized, customized, localize, dan smaller size.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Gelombang Panas di Indonesia, BMKG: Itu Hoaks!

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:45 WIB
X