• Senin, 6 Desember 2021

Doa dan Ikhtiar Lansia Menuju Kekebalan Kelompok

- Senin, 22 Maret 2021 | 23:30 WIB
Ilustrasi (Antara)
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Jakarta - Tio Rachmi Junia (26) terkejut ketika sang ibu menolak divaksinasi di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Padahal sudah dua pekan lamanya perempuan bontot dari enam bersaudara itu berusaha meyakini sang ibu, Entin Suwartini (65) tentang keamanan vaksin Covid-19 bagi lansia berdasarkan informasi yang didapat dari pemberitaan media massa.

"Sudah, enggak usah. Biar Mama dilindungi sama Allah SWT. Mama selalu berdoa buat kesehatan kita semua," kata Tio menceritakan awal mula penolakan itu.

Tio menduga, latar belakang penolakan itu karena keterbatasan wawasan sang ibu seputar fakta vaksin Covid-19 di Indonesia atau rasa trauma masa lalu Entin terhadap jarum suntik sehingga memicu berbagai alasan untuk menolak.

Perempuan berhijab yang kini bekerja di salah satu produsen peralatan rumah tangga di Jakarta Pusat itu pun berupaya lebih agar Entin ikut vaksinasi. Harapannya, sang ibu tidak ikut terpapar Covid-19 seperti yang pernah dialami sang ayah pada Januari 2021.

Entin memang dikenal di keluarganya sebagai sosok yang tegar pada pendirian, namun memiliki pergaulan terbatas di lingkungan tempat tinggal mereka di kawasan Wisma Asri, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Tio menceritakan ada beberapa rekan Entin di komunitas ibu-ibu yang menyampaikan informasi bahwa vaksin Covid-19 berbahaya bagi lansia dengan penyakit bawaan, salah satunya penyakit maag yang dialami sang ibu. Sementara informasi itu tidak disampaikan secara menyeluruh.

Laporan penularan Covid-19 terhadap penerima vaksin dosis kedua di Indonesia serta pertimbangan kehalalan juga turut melemahkan keyakinan Entin atas efektivitas vaksin.

Ketaatan Entin menjalankan norma agama, seperti menjadi peluang Tio untuk membujuk dengan cara lain. "Setahu saya, yang namanya doa harus diiringi sama ikhtiar (berusaha). Termasuk pemuka agama yang sudah menyatakan bahwa vaksin ini sedang sangat dibutuhkan," katanya.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

X