• Senin, 20 September 2021

Juliari Batubara Ungkap Arahan ke Anak Buah Terkait Bansos Sembako

- Senin, 22 Maret 2021 | 22:45 WIB
Ilustrasi (Antara)
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Jakarta - Mantan Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengungkapkan arahannya kepada anak buah terkait dengan pelaksanaan bantuan sosial (bansos) sembako Covid-19.

"Arahan saya soal pelaksanaan bansos ini adalah walau yang mengerjakan Ditjen Linjamsos, harus dikerjakan ramai-ramai karena anggarannya besar dan dapat atensi dari Presiden, jadi harus keroyok sama-sama untuk menyukseskan program ini," kata Juliari di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin.

Juliari memberikan kesaksian melalui video conference untuk dua orang terdakwa bernama Harry Van Sidabukke yang didakwa menyuap Juliari P. Batubara senilai Rp1,28 miliar dan Ardian Iskandar Maddanatja yang didakwa memberikan suap senilai Rp1,95 miliar terkait dengan penunjukan perusahaan penyedia bansos sembako Covid-19.

"Saya minta agar mereka tidak main-main dalam program ini karena sejak awal Covid-19 'kan ditekankan untuk perlu kerja yang cepat, saya selalu menekankan itu," kata Juliari.

Menurut Juliari, arahannya itu disampaikan dalam rapat mingguan yang biasa dihadiri Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepepn Nazaruddin, Sekjen Kemensos Hartono Laras, Tenaga Ahli Mensos Kukuh Ariwibowo, serta pejabat eselon 1 dan 2 Kemensos lainnya.

"Presiden minta agar program cepat dijalankan, kami rapat juga dengan pemprov terkait, seperti Pemprov DKI Jakarta dan Bodetabek sekitar awal April 2020. Presiden minta agar Pemprov DKI Jakarta juga menjalankan program yang sama dengan nominal yang sama, mekanisme yang sama tetapi dibagi-bagi wilayahnya tetapi tidak ditumpuk," ungkap Juliari.

Dalam surat dakwaan disebutkan bahwa Juliari Batubara pada tanggal 16 April 2020 mengeluarkan Keputusan Menteri Sosial bahwa penanggung jawab pelaksanaan bantuan sosial sembako dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial untuk menyalurkan bansos berbentuk bansos di DKI Jakarta, Kabupaten Bogor yang meliputi Kecamatan Cibinong, Gunung Putri, Klapanunggal, Bojong Gede, Jonggol, Cileungsi, dan Citeureup, serta Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Bekasi.

Pagu bansos di wilayah tersebut adalah sebesar Rp6,84 triliun dalam 12 tahap pada bulan April—November 2020 dengan tiap tahap sebanyak 1,9 juta paket sehingga totalnya 22,8 juta paket sembako dengan nilai per paket Rp300 ribu.

"Arahan sifatnya umum, sifatnya diskusi karena dalam beberapa kali rapat dengan Presiden, kami diminta agar menyukseskan program itu. Saya juga lupa apakah Pak Adi Wahyono sudah jadi plt. direktur atau belum," kata Juliari.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

X