• Senin, 20 September 2021

Kuncinya, Teknologi dan Kreativitas

- Minggu, 28 Maret 2021 | 19:45 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam. (antara)
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam. (antara)

INILAH, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam mengatakan teknologi dan kreativitas merupakan kunci utama bagi perguruan tinggi, mahasiswa, instansi dan pemerintah dalam menghadapi segala tantangan di masa depan.

“Dalam satu tahun terakhir, kegiatan belajar mengajar dipaksa bertransformasi dengan cepat menjadi daring. Sementara tidak semua perguruan tinggi siap untuk melakukan pembelajaran daring,” ujar Nizam dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

Akan tetapi, katanya, hal itu justru meningkatkan kreativitas dari perguruan tinggi untuk memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar harus terus berlangsung di tengah ketidaksiapan.

“Kita juga melihat berbagai kreativitas yang lahir dari perguruan tinggi di masa belajar daring ini. Begitu juga konten, modul pembelajaran yang terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu,” tambah dia.

Dalam upaya membantu perguruan tinggi yang masih belum siap sepenuhnya melaksanakan pembelajaran daring ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud telah menyediakan platform digital dalam berbagi materi perkuliahan, berbagi kelas secara daring antarperguruan tinggi. "Dari platform ini kita bisa melihat semangat gotong royong, saling membantu antarperguruan tinggi di masa pandemi ini," ucapnya.

Selain beragam kreativitas, kolaborasi yang lahir dari perguruan tinggi, banyak pula partisipasi perguruan tinggi dalam kegiatan di luar belajar daring, seperti relawan Covid-19, Kampus Mengajar, Kampus Membangun Desa, KKN Tematik, dan kontribusi dari mahasiswa kesehatan. Ini membuktikan semangat gotong royong dari mahasiswa dalam membantu penanggulangan pandemi.

“Sehingga, dari kegiatan ini mahasiswa dapat belajar dalam bersosialisasi, perkembangan karakter, melihat perbedaan, juga mengembangkan kompetensi yang dimiliki,” kata Nizam.

Nizam berharap kegiatan seminar ini dapat menjadi wadah untuk memunculkan beragam kreativitas, inovasi dan kolaborasi, serta menjadi sarana pembelajaran dari pengalaman Indonesia dan Australia untuk masa depan lebih baik, dan untuk meningkatkan kemampuan akses teknologi dalam proses belajar daring.

Education and Science Counsellor Australian Goverment Department of Education, Skill and Employment, Elizabeth Campbell Dorning mengatakan teknologi sangat dibutuhkan pada kondisi saat ini.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

X