• Minggu, 28 November 2021

Pengamat: Bom Bunuh Diri Bukan Terkait Agama

- Senin, 29 Maret 2021 | 12:20 WIB
Ilustrasi (Antara)
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Bandung - Ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021), telah menggemparkan semua pihak, termasuk di Jawa Barat.

Melihat hal itu, Pengamat Komunikasi Publik Deden Ramdan menjelaskan, hal ini merupakan tindakan yang bukan dilakukan terkait dengan urusan agama. Tapi dilakukan oleh orang yang tidak beragama, mengaku beragama namun tidak memiliki agama, hanya status saja.

Setelah kejadian, tindakan yang dilakukan pemerintah termasuk aparat keamanan, lanjut Deden, sudah sesuai dengan yang seharusnya. Jelas ini bukan hanya tindakan pengebomannya, tapi efek teror untuk menakut-nakuti masyarakat agar terjadi kepanikan, keresahan, kemudian saling mencurigai, saling berkonflik antarumat beragama dan seterusnya.

"Oleh sebab itu, yang dilakukan oleh pemerintah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan organisasi keagamaan lainnya itu sudah satu barisan, satu frekuensi. Mereka menyatakan bahwa tindakan ini merupakan tindakan yang tidak beradab dan harus ditindak secara tegas karena menimbulkan perpecahan dan merusak Bhinneka Tunggal Ika," kata Deden, Senin (29/3/2021).

Dia menyebutkan, hal ini juga menjadi tantangan bagi dunia pendidikan. Pendidikan itu bukan hanya pengajarannya, mereka juga mentransfer ilmu pengetahuan dari guru ke siswa, dosen ke mahasiswanya. Misalnya, mendidik itu juga berbicara bagaimana seharusnya peserta didik, siswa, dan mahasiswa untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu.

"Semuanya dibingkai oleh akal budi, etika, keberadaban sopan santun, saling menghormati, ramah, dan toleran, ini titik tekan yang harus dilakukan unsur-unsur lembaga pendidikan," ucap Deden yang juga Wakil Rektor III Universitas Pasundan (Unpas) ini. (okky adiana)

Editor: suroprapanca

Terkini

Anies Baswedan Buka Suara Soal Sebutan Kadrun, Marah?

Jumat, 26 November 2021 | 22:30 WIB

Ramai Desakan Pembubaran MUI, Ini Penjelasan Mahfud MD

Sabtu, 20 November 2021 | 23:34 WIB
X