• Minggu, 28 November 2021

KI Jabar Menggandeng Kantor Arsip Unpad Guna Menghadirkan Arsiparis Profesional

- Rabu, 7 April 2021 | 13:40 WIB
Istimewa
Istimewa

Sementara, berbicara tentang Informasi Publik dan Badan Publik, tidak terlepas dari Kearsipan sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Undang-Undang ini dibentuk dalam rangka menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya, menjamin perlindungan kepentingan negara dan hak-hak keperdataan rakyat serta mendinamiskan sistem kearsipan, diperlukan penyelenggaraan kearsipan sesuai dengan prinsip dan kaidah sebagaimana dibutuhkan oleh suatu sistem penyelenggaraan kearsipan nasional yang handal. 

"Disamping itu, dalam menghadapi tantangan globalisasi dan mendukung terwujudnya penyelenggaraan negara dan khususnya pemerintahan yang baik dan bersih, serta peningkatan kualitas pelayanan publik, penyelenggaraan kearsipan di lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan dan perorangan harus dilakukan dalam suatu sistem penyelenggaraan kearsipan nasional yang komprehensif dan terpadu," pungkasnya. 

Adapun kegiatan ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sambutan kepala kantor Arsip Unpad, dan acara dibuka langsung oleh Ketua Komisi Informasi Jawa Barat, Ijang Faisal. 

Webinar Nasional ini diselenggarakan secara blended baik itu online dan offline dengan menghadirkan pembicara dari Komisi Informasi Pusat RI, yaitu Hendra J. Kede, Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI, Dr. Andi Kasman, S.E., M.M., Kepala Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI), Erwin Kustiman, S.S, S.Sos., M. Ikom., Corporate Secretary Pikiran Rakyat, dan terakhir Yoseph Ismail Nurhasan, ST., M.T., Staf Direktorat Perencanaan dan Sistem Informasi Unpad. 

Sementara itu, Kepala Kantor Arsip Universitas Padjadjaran N.R. Anita Trikusumawati, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada KI Jabar atas terselenggaranya webinar nasional kolaborasi antara kantor arsip Unpad bersama KI Jabar ini. Dia berharap kegiatan kerjasama seperti ini akan terus dilaksanakan sebagai kegiatan rutin. 

"Untuk menambah wawasan para arsiparis terkait keterbukaan informasi public sesuai dengan regulasi UU nomor 14 tahun 20008 tentang keterbukaan informasi public," ujar Anita.  

Adapun Hendra J. Kede selaku pemateri dari KI Pusat menjelaskan poin-poin penting terkait Arsip bagian dari dokumen informasi public, Berbicara tentang arsip dan keterbukaan Informasi Publik.

"Jelas  bahwa arsip itu adalah tulang punggung terlaksananya Keterbukaan Informasi Publik sebagai jaminan terlayaninya hak azazi dan hak konstitusional atas insformasi," katanya.

Pemateri lainnya Dr. Andi Kasman, S.E., M.M., Kepala Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI), dalam pandangannya bahwa saat ini diperlukan akselerasi yang memadai untuk mendorong pengembangan budaya E-Arsip terlebih dalam masa new normal saat ini yang semua masyarakat menggunakan social media dalam menambah wawasan dan pengetahuannya.

Pada kegiatan webinar nasional ini diikuti  275 perserta yang mewakili berbagai instansi baik perguruan tinggi, kementerian, pemerintah daerah, lembaga vertical dan mahasiswa. Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat sangat antusias dalam menyampaikan pertanyaan, saran, dan pandangan, dan semuanya telah mendapatkan tanggapan dari pemateri. Secara umum, kegiatan ini berjalan lancar dan tetap mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi covid-19. (riantonurdiansyah) 
 

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

Jelang Nataru, MenPAN-RB Larang ASN Cuti Akhir Tahun

Minggu, 28 November 2021 | 13:30 WIB

Anies Baswedan Buka Suara Soal Sebutan Kadrun, Marah?

Jumat, 26 November 2021 | 22:30 WIB
X