• Senin, 6 Desember 2021

MUI: Bencana Muncul karena Faktor Perilaku Manusia yang Merusak Alam

- Rabu, 7 April 2021 | 20:45 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa setiap bencana yang muncul karena ada faktor perilaku manusia yang tak mawas diri dan merusak alam.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Amirsyah Tambunan mengatakan perilaku manusia yang tak mawas diri bisa dilihat dari menurunnya etika dalam memperlakukan alam seperti penebangan hutan secara membabi buta.

"Hutan menjadi gundul dan tanaman berkurang secara signifikan. Akibatnya, suhu, iklim, dan kecepatan angin menjadi ekstrim yang disebabkan karena rusaknya ekosistem dalam skala kecil maupun skala yang luas," ujar Amirsyah saat konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, bencana yang terjadi harus menjadi peringatan bagi manusia agar senantiasa berserah diri dan memperbaiki diri serta memperlakukan alam sebagaimana mestinya. Apabila perusakan hutan atau alam tak bisa dihentikan, maka bencana-bencana lain akan tak akan terhindarkan.

"Wajarlah kiranya pada saat terjadi bencana, Islam mengajarkan agar manusia selalu melakukan introspeksi diri, melakukan muhasabah atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan," kata dia.

Ia juga meminta para korban bencana banjir bandang dan longsor di NTT untuk bersabar dan kembali bangkit, sebab ada makna di balik peristiwa.

"Bencana ini semua merupakan musibah, ujian atau cobaan. Bagi masyarakat NTT yang terkena bencana, diharapkan untuk bersabar, rida dan berserah diri kepada Allah semata seraya berdoa memohon kekuatan dalam menghadapinya," kata dia.

Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan hipotesis mengenai korelasi pemanasan global dengan kejadian siklon, termasuk Siklon Tropis Seroja yang menimbulkan bencana di sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

"Karena penyebabnya adalah semakin panasnya suhu muka air laut, yang tentunya laut itu tempat mengabsorbsi karbondioksida, dan itu adalah dampak dari gas rumah kaca, bisa dirunut ke sana. Ini baru hipotesis ya, tapi ada korelasi dengan peningkatan suhu muka air laut yang dipengaruhi juga oleh global warming (pemanasan global)," kata dia.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Ini Penyebab Erupsi Gunung Semeru Kata Ahli ITB

Minggu, 5 Desember 2021 | 13:13 WIB
X