• Sabtu, 27 November 2021

CSID UI Gelar Webinar 'Solve Climate by 2030'

- Rabu, 14 April 2021 | 19:15 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

INILAH, Depok - Center for Sustainable Infrastucture Deelopment (CSID) Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menyelenggarakan webinar dengan tema 'Solve Climate by 2030 Webinar'.

Rektor UI Prof. Ari Kuncoro dalam keterangannya, Rabu, mengapresiasi inisiatif CSID FTUI atas terselenggaranya webinar ini dan berharap sivitas akademika UI dapat aktif mengambil bagian dalam mengantisipasi dan mengatasi permasalahan perubahan iklim di lingkungan sekitar.

"Saya mewakili UI turut mendorong pembahasan mengenai iklim dan lingkungan di kelas-kelas perkuliahan dalam rangka meningkatkan kesadaran generasi muda dengan isu ini, ini merupakan bagian dari komitmen UI dalam melakukan kampanye #MakeaClimateAClass," ujarnya.

Webinar ini merupakan inisiatif CSID FTUI yang diprakarsai oleh Center for Environmental Policy di Bard College New York dengan dukungan dari The Open Society Society University Network untuk membantu meningkatkan kesadaran tentang iklim kritis dengan memfokuskan pelajar Indonesia pada solusi lokal yang layak dan ambisius dengan mengadakan webinar dialog iklim.

Tema ini diangkat atas dorongan untuk mengantisipasi perubahan iklim dengan tiga sub tema, yakni Pemulihan Ekonomi Hijau, Solusi Iklim, dan Transisi yang Adil dalam konteks lokal.

Narasumber pada webinar ini adalah Ir. Bambang Susantono, MCP, MSCE, Ph.D (Vice President for Knowledge Management and Sustainable Development of the Asian Development Bank (ADB), Dr. Ir. Ruandha Agung Sugardiman, M.Sc (Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI), Yuyun Harmono (Manajer Kampanye Keadilan Iklim Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)), dan Galang Prakasa Yusuf Putra (Pendiri Energi Karya Indonesia).

Webinar tersebut dimoderatori oleh Mohammed Ali Berawi (Direktur Eksekutif CSID FTUI) dan drg. Baiduri Widanarko (Kepala Kantor Urusan Internasional).

Bambang Susantono memaparkan penelitian ADB tahun 2017 bersama Postdam Institute for Climate Impact Research, Jerman menjelaskan bahwa penelitian tersebut membuat model dampak terhadap ribuan manusia di Asia Pasifik sebagai akibat dari perubahan iklim.

Hasil penelitian menunjukkan jika perubahan iklim tidak dimitigasi, 50 persen hasil panen akan berkurang pada akhir abad ini terutama di negara penghasil beras, yaitu Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam; sektor perikanan diperkirakan akan merugi sekitar 58 miliar dollar AS di paruh pertama abad ini karena perubahan biota laut; dan setiap tahun sebanyak 26.000 anak berusia di bawah 5 tahun meninggal akibat malnutrisi.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Anies Baswedan Buka Suara Soal Sebutan Kadrun, Marah?

Jumat, 26 November 2021 | 22:30 WIB

Ramai Desakan Pembubaran MUI, Ini Penjelasan Mahfud MD

Sabtu, 20 November 2021 | 23:34 WIB
X