Koalisi Partai Politik Islam, Alternatif atau Kontraproduktif?

Wacana koalisi partai politik berbasis massa umat Islam (partai politik Islam) kembali mengemuka di tengah jagad politik Tanah Air belakangan ini.

Koalisi Partai Politik Islam, Alternatif atau Kontraproduktif?
Ilustrasi (antara)

INILAH, Jakarta - Wacana koalisi partai politik berbasis massa umat Islam (partai politik Islam) kembali mengemuka di tengah jagad politik Tanah Air belakangan ini.

Koalisi partai politik Islam disebut-sebut dapat menjadi alternatif pada Pemilihan Presiden 2024 di tengah "digdaya" partai-partai nasionalis saat ini.

Pertemuan antara elite Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pertengahan April lalu, menjadi pemantik munculnya wacana koalisi poros tengah ini.

Baca Juga : Pengajak Bakar Merah Putih 'Meluncur' ke Kejaksaan

Sekretaris Jenderal DPP PKS Aboe Bakar Al-Habsy dan Sekretaris Jenderal DPP PPP Arwani Thomafi satu suara bahwa peluang penjajakan koalisi partai-partai Islam terbuka.

Wacana yang dilontarkan dua elite partai Islam itu pun disambut positif Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

PBB, menurut Yusril, mendukung wacana tersebut dan siap terlibat aktif dalam pertemuan-pertemuan lanjutan di masa mendatang.

Baca Juga : Resmi Tersangka, Inilah Permohonan Maaf M Syahrial Pada Warga Tanjungbalai

Sejak saat itu, wacananya kian berkembang dan mengundang tanggapan dari sejumlah tokoh.

Halaman :


Editor : suroprapanca