• Kamis, 27 Januari 2022

Koalisi Partai Politik Islam, Alternatif atau Kontraproduktif?

- Minggu, 25 April 2021 | 13:30 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

Adapun gagasan PAN tentang Islam menurutnya adalah Islam substansial, Islam tengah (wasathiyah), ajaran Islam yang diterjemahkan ke dalam berbagai dimensi kehidupan. Gagasan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, atau dalam bahasa yang sering diutarakan Buya Hamka adalah Islam garam, isi dan substansi, bukan Islam gincu.

Di sisi lain Deputi IV Kantor Staf Presiden Juri Ardiantoro menyampaikan terlepas dari baik-buruk koalisi partai-partai Islam, wacana koalisi tersebut sah-sah saja dari sisi demokrasi.

Seluruh warga negara, kelompok, terlebih partai politik yang ada di Indonesia bebas mengekspresikan kehendak politiknya, sepanjang tidak bertentangan dengan dasar negara dan hukum di Indonesia.

Menurut Juri, sebagai identitas, koalisi partai politik Islam atau agama yang lain sah-sah saja, sepanjang dalam koridor NKRI.

Lantas bagaimana agar wacana alternatif yang sah dari sisi demokrasi itu tidak menjadi kontraproduktif?

Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute, Arfianto Purbolaksono, mengingatkan wacana pembentukan koalisi Partai Politik Islam, tidak boleh menjual politik identitas, karena akan semakin membuat kekhawatiran terbelahnya masyarakat.

Apalagi, menurut dia, jika melihat kondisi masyarakat yang belum sepenuhnya "sembuh" dari keterbelahan pasca-Pilkada DKI Jakarta 2017 hingga saat ini.

​​​​​​​Arfianto mengatakan di tengah kondisi masyarakat yang terbelah maka sudah saatnya partai politik berperan menjadi pemersatu bangsa, bukan lagi menggunakan sentimen identitas sebagai alat untuk memenuhi hasrat kepentingan semata.

Jika memang wacana itu ingin diwujudkan, dia mengusulkan agar mendahulukan gagasan yang jelas tentang program ke depan yang sesuai dengan kebutuhan rakyat.

Dia mengingatkan gagasan perubahan dari partai politik maupun koalisi partai politik sangat penting karena berkaca pada pemilu-pemilu sebelumnya, parpol hanya mengedepankan popularitas tokoh dan kering akan gagasan-gagasan baru yang ditawarkan tentang perubahan.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

X