• Kamis, 27 Januari 2022

Koalisi Partai Politik Islam, Alternatif atau Kontraproduktif?

- Minggu, 25 April 2021 | 13:30 WIB
Ilustrasi (antara)
Ilustrasi (antara)

Ia menilai koalisi partai-partai Islam harus menyamakan pijakan tentang Indonesia di masa depan sehingga koalisi yang terbangun didahului kesepahaman pijakan itu.

Menurut dia, kesamaan pandangan itu selanjutnya diformulasikan ke dalam komitmen koalisi yang kemudian dituangkan dalam visi misi, serta program, dalam rangka mengusung calon presiden-calon wakil presiden.

Selain itu dalam mengusung capres dan cawapres diperlukan sebuah terobosan untuk menghindari perpecahan di antara koalisi, misalnya, sebagai opsi adalah dengan mekanisme penyelenggaraan konvensi.

Konvensi dapat ditujukan bagi kader-kader terbaik dari masing-masing internal partai politik Islam itu sendiri, bukan dari tokoh di luar partai yang hanya memanfaatkan partai politik Islam semata.

Penyelenggaraan konvensi juga harus diikuti dengan kualitas manajemen-nya, mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraannya, untuk menghindari politik uang atau calon-calon presiden dan wapres "titipan".

Berdasarkan uraian tersebut di atas, kita tentu dapat menarik kesimpulan. Gagasan koalisi partai-partai Islam adalah sebuah gagasan yang sah dari aspek demokrasi dan dapat alternatif dalam Pilpres 2024.

​​​​​​​Namun wacana ini dapat bersifat kontraproduktif jika tidak memerhatikan asas persatuan dan kesatuan bangsa, apalagi hanya dilakukan untuk mengejar ambisi dan kekuasaan semata tanpa adanya gagasan-gagasan segar yang menyertainya. (antara)

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

X