• Jumat, 3 Desember 2021

Ekosistem Literasi Sekolah Harus Dibangun Bersama

- Selasa, 4 Mei 2021 | 21:30 WIB
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Prof Endang Aminuddin Azis. (antara)
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Prof Endang Aminuddin Azis. (antara)

INILAH, Bandung - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan ekosistem literasi di sekolah harus dibangun agar minat anak membaca semakin meningkat.

“Ekosistem literasi di sekolah harus dibangun bersama-sama. Tidak hanya menjadi tanggung jawab guru Bahasa Indonesia saja, tetapi juga kepala sekolah hingga pengawas dan guru mata pelajaran lainnya,” ujar Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Prof Endang Aminuddin Azis, yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Dia menambahkan kemahiran berbahasa Indonesia berkaitan dengan tingkat literasi seseorang. Dari hasil PISA, literasi siswa Indonesia masih menempati posisi buncit. Oleh karena itu, lanjut dia, Kemendikbudristek merancang program literasi yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Melalui Merdeka Belajar, kita berupaya mengubah semua itu,” jelas dia.

Aminuddin menjelaskan meskipun ada bahan bacaan, bukan berarti ada jaminan minat baca siswa meningkat. Pasalnya, buku-buku bacaan yang tersedia lebih banyak berasal dari perspektif dewasa. Bukan dari perspektif anak-anak.

“Apalagi jika disajikan dalam konstruksi bahasa yang rumit. Untuk itu, kita perbaiki dari hulunya bersama tim yang dinamakan Tim Literasi,” kata dia.

Ia menjelaskan, Tim Literasi tersebut bertanggung jawab dalam penyiapan buku, literasi sebagai bagian dari kurikulum dan juga pelibatan guru, pengawas, dan kepala sekolah secara bersama-sama dalam meningkatkan literasi siswa.

Selain itu, peran pegiat literasi dan taman bacaan masyarakat turut berperan dalam meningkatkan literasi siswa dan masyarakat.Data Kemendikbudristek menyebutkan terdapat setidaknya 5.000 taman bacaan masyarakat di Indonesia.

“Saat ini, Kemendikbudristek sudah menyiapkan 748 judul buku bacaan dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK yang bisa diunduh secara gratis melalui laman Kemendikbudristek,” imbuh dia. (antara)

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Polisi Bubarkan Massa Reuni 212 di Sarinah

Kamis, 2 Desember 2021 | 12:30 WIB
X