• Jumat, 3 Desember 2021

Pemerintah Siapkan Screening Random Tes tdi Titik-titik Strategis

- Minggu, 16 Mei 2021 | 15:20 WIB
Foto: Zainulmukhtar
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Guna mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 pascalebaran Idulfitri 1442 H, pemerintah melakukan berbagai upaya. Salah satunya melakukan screening melalui random tes Covid-19 terhadap para pelaku perjalanan di titik-titik strategis, serta mandatory tes di pelabuhan Bakahuni, pelabuhan Merak, dan pelabuhan Gilimanuk. 

Mereka yang masuk jalan tol juga akan diwajibkan memiliki hasil rapid tes antigen. 
Diperkirakan ada sekitar 1,5 juta orang pemudik akan kembali ke Jabodetabek pascalebaran. Di antaranya sekitar 440.014 pemudik dari pulau Sumatera kembali ke pulau Jawa melalui pelabuhan Bakahuni dan pelabuhan Merak dalam waktu bersamaan.

Kebijakan tersebut dilakukan juga untuk mengantisipasi terjadinya pingpong kenaikan kasus di Sumatera dan Jawa yang saat ini sedang melandai, serta mewaspadai potensi penyebaran varian B1617 (India) yang mayoritas terdeteksi di Sumatera Selatan. 

Hal itu mengemuka pada Talkshow “Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran” digelar secara daring pada Sabtu (15/5/2021). Tampil sebagai pembicara yakni Ketua KPCPEN/Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menhub Budi Karya Sumadi, dan Ketua Satgas Covid-19/Kepala BNPB Doni Munardo dengan dimoderatori Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Wiku mengatakan, berbagai kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 tak terlepas dari sebagaimana target penanganan Covid-19 di Indonesia maupun dunia yaitu mengurangi laju penularan. Sehingga tidak membebani sistem kesehatan, dan yang terpenting untuk melindungi kelompok rentan dari fatalitas resiko akibat Covid-19.

Dia menegaskan, tidak ada intervensi tunggal dalam penanganan Covid-19 di Indoensia. Diperlukan kerjasama elemen bangsa dan semua elemen masyarakat dalam menekan laju Covid-19 dan mengurangi risikonya. Karenanya, masyarakat dihimbau tetap mendukung upaya pemerintah dengan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, hasil survei dari delapan daerah aglomerasi dimungkinkan terjadi pergerakan masyarakat, terlihat kecenderungan masyarakat kalau dibiarkan maka akan ada sekitar 33 persen orang mudik. Jumlahnya turun menjadi 11 persen ketika ada pelarangan. Jumlah tersebut kembali turun menjadi sekitar 7 persen atau sekitar 18,9 juta orang saat pelarangan dan kampanye dilakukan. Faktanya setelah aksi-aksi penyekatan dilakukan, yang mudik kurang 10 persen atau sekitar 1,5 juta orang (22 April-12 Mei 2021).

"Kami akan lakukan upaya screening dengan mewajibkan mereka masuk tol yang sudah memiliki rapid tes antigen. Kalau belum, terpaksa dilakukan random tes. Dari Kemenkes, akan dilakukan random tes di banyak tempat di seluruh Jawa, serta mandatory tes dilakukan di Bakahuni dan Gilimanuk," ujarnya.

Dia pun mengingatkan setiap pemerintah daerah akan tanggung jawabnya memperhatikan kebijakan PPKM Mikro.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Terkini

Polisi Bubarkan Massa Reuni 212 di Sarinah

Kamis, 2 Desember 2021 | 12:30 WIB
X