• Jumat, 17 September 2021

Kemenkes Bidik Vaksinasi 2 Juta Dosis per Hari 

- Selasa, 27 Juli 2021 | 18:35 WIB
Foto: Syamsuddin Nasoetion
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Juli ini, pemerintah terus mendorong percepatan vaksinasi dengan target 1 juta penyuntikan dosis vaksin Covid-19 per hari. Ke depan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan vaksinasi akan terus digenjot sampai menyentuh angka 2 juta dosis per hari pada Agustus mendatang demi memperluas cakupan dan memenuhi target herd immunity. 

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan hingga 26 Juli 2021 total ada 63 juta dosis vaksinasi telah disuntikkan. Rinciannya, 45 juta dosis pertama dan 18 juta vaksin dosis kedua. 

"Cukup banyak yang sudah disuntikkan. Targetnya kita akan berikan vaksinasi kepada 208,2 juta orang, dari semula 181,5 juta, karena ada penambahan penerima vaksin golongan usia 12-17 tahun,” ujarnya pada Dialog yang disiarkan di FMB9ID_IKP, Selasa (27/7/2021). 

“Akselerasi untuk mencapai 1,5 juta vaksinasi per hari masih terus difokuskan. Sejak awal hingga minggu ketiga Juli, suntikan vaksinasi rata-rata sudah mencapai 1 juta dosis, dengan kisaran 900 ribu -1,1 juta per hari,” terangnya. 

Dia menyebutkan, Selasa (27/7/2021) ini pemerintah mengamankan kembali 21,2 juta dosis vaksin Covid-19 untuk tambahan stok vaksinasi

“Alhamdulillah tadi siang baru terima vaksin Sinovac 21,2 juta dosis dalam bentuk bulk. Ini merupakan dosis terbesar yang pernah kita terima dan akan digunakan pada bulan Agustus untuk akselerasi vaksinasi,” jelas Nadia. 

Vaksin yang diterima itu berupa produk setengah jadi dan produk jadi. Vaksin yang datang dalam bentuk jadi akan diperiksa secara fisik dan dikontrol kualitasnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna memastikan vaksin berkualitas dan aman. Sedangkan, vaksin dalam bentuk setengah jadi (bulk), akan diolah PT Bio Farma dalam waktu 2 pekan. Usai jadi, vaksin produksi Bio Farma itu akan diperiksa BPOM untuk memastikan kualitasnya. 

Guna menurunkan laju penularan serta fokus pada akselerasi vaksinasi, pemerintah berkolaborasi dengan TNI/Polri untuk mendorong vaksinasi dosis pertama di kabupaten/kota, khususnya Jawa dan Bali. Pemerintah juga berkolaborasi dengan swasta dalam upaya percepatan vaksinasi dengan membuka sentra vaksinasi, salah satunya dengan Traveloka untuk melakukan vaksinasi di bandara, karena bandara merupakan salah satu pintu keberangkatan dan kedatangan dengan traffic yang cukup tinggi sehingga menjadi area yang pas untuk membuka sentra vaksinasi

Menurut Head of Corporate Communications Traveloka Reza Amirul, dalam waktu dua pekan membuka layanan vaksinasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sebanyak 14 ribu orang telah berhasil divaksinasi di terminal 2 dan 3. 

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Terkini

X