• Senin, 25 Oktober 2021

MAKI Lapor ke KPK Terkait Transaksi Mencurigakan TPPU Rita Widyasari

- Selasa, 14 September 2021 | 21:45 WIB
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. (ANTARA/Benardy Ferdiansyah)
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. (ANTARA/Benardy Ferdiansyah)

Bonyamin  menyebutkan klaster kecilnya Usman Effendi dan Ajay (Ajay Muhammad Priatna/Wali Kota Cimahi). Proses tersebut ada kasus menyangkut TPPU itu Lampung Tengah dan Rita Widyasari.

Ia mengharapkan pelaporannya tersebut dapat memudahkan KPK untuk menyatukan benang merah yang masih terputus dalam dakwaan Robin, kemudian menelusuri keterlibatan pihak lainnya.

Baca Juga: MAKI Minta KPK Segera Sita Rekaman CCTV Rumah Dinas Azis Syamsuddin

"Kalau lawyer yang didakwa bersama Robin ternyata 'kan upah besar itu menyangkut hal yang tidak normal. Makanya, saya sekarang menambahkan pada KPK bahan ini supaya dari lima klaster itu tampaknya ada yang paling tidak minimal dua yang berkelindan," ujarnya.

Jika uang tersebut bisa dilacak, menurut dia, sebenarnya memudahkan KPK membuat benang merah.

"Kalau kemarin 'kan belum tampak benang merah di dalam dakwaan masih ada seperti terputus dari masing-masing klaster," ucap Boyamin.

Baca Juga: OTT Kemendikbud, KPK Sebut MAKI Bangun Opini Keliru kepada Masyarakat

Sebelumnya, Rita disebut menyuap Robin senilai total Rp5,197 miliar untuk mengurus pengembalian aset yang disita KPK terkait dengan TPPU dan peninjauan kembali (PK).

"Bahwa uang yang diperoleh terdakwa Stepanus Robin Pattuju dan Maskur Husain terkait dengan kepentingan Rita Widyasari adalah sejumlah Rp5.197.800.000,00," kata jaksa penuntut umum (JPU) KPK Lie Putra Setiawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/9).

Hal tersebut terungkap dalam surat dakwaan Robin dan Maskur.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X