• Minggu, 17 Oktober 2021

Komnas HAM Menilai Pesan Presiden Terbuka Terhadap Kritik Tidak Sampai ke Bawah

- Kamis, 16 September 2021 | 14:24 WIB
 Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Beka Ulung Hapsara
Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Beka Ulung Hapsara

INILAHKORAN,- Bandung- Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Beka Ulung Hapsara menduga pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait terbuka dengan kritik tidak sampai ke tataran bawah.

Sehingga masih banyak polisi bertindak reaktif menanggapi masyarakat yang menyalurkan aspirasi.

"Mungkin ya, pesan dari Presiden bahwa Presiden terbuka dengan kritik dan kritik sehat bagi demokrasi tidak dipahami oleh banyak aparat di lapangan," kata Beka Ulung Hapsara, Kamis, 16 September 2021

Akibatnya, kata Beka, masyarakat yang menyuarakan keluhan dan aspirasi kepada Pemerintah disikapi dengan cara reaktif oleh aparat keamanan.

Selain itu, Beka menilai hingga kini masih banyak ditemukan polisi yang kurang memahami tentang hak konstitusi warga negara yang secara jelas telah diatur di dalam undang-undang.

Baca Juga: Dibuka! Daftar Kartu Prakerja Gelombang 21 di www.prakerja.go.id, Cek Caranya di Sini

"Jadi masih banyak polisi yang kurang memahami tentang hak kebebasan berpendapat dan berekspresi," kata Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM/Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM itu.

Selain dua hal tersebut, Beka menyinggung masalah tata kelola pengamanan Presiden di lapangan sejatinya tidak boleh serta-merta justru membatasi masyarakat. Apalagi, hal itu sampai merampas kebebasan berpendapat warga negara.

Sepanjang tidak ada ancaman keamanan yang berarti, penyebaran hoaks, fitnah yang mengarah pada suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), aparat keamanan tidak perlu bertindak reaktif.

Halaman:

Editor: Ghiok Riswoto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gelombang Panas di Indonesia, BMKG: Itu Hoaks!

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:45 WIB
X