• Selasa, 19 Oktober 2021

Dukung Indonesia Sebagai Pusat Produksi Vaksin Global, Netty Minta Pemerintah Terus Lobi WHO

- Selasa, 21 September 2021 | 14:29 WIB
Perwakilan anggota DPR RI Fraksi PKS Netty Prasetiyani mengajak warga asal Jawa Barat yang baru datang dari Wamena untuk menyiapkan rencana masa depan. (Rianto Nurdiansyah)
Perwakilan anggota DPR RI Fraksi PKS Netty Prasetiyani mengajak warga asal Jawa Barat yang baru datang dari Wamena untuk menyiapkan rencana masa depan. (Rianto Nurdiansyah)

 

INILAHKORAN, Jakarta –Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mendukung pemerintah melobi WHO agar Indonesia menjadi salah satu pusat produksi vaksin global.

“Langkah ini positif dan patut didukung. Pemerintah harus melakukan upaya serius dan sungguh-sungguh agar Indonesia dipilih sebagai salah satu pusat produksi vaksin global oleh WHO,” Kata Netty dalam keterangan medianya, Selasa (21/09/2021).

Indonesia, kata Netty, sangat tepat dijadikan pusat produksi vaksin mengingat statusnya sebagai  negara menengah dan berkembang yang masih membutuhkan banyak vaksin.

"Dengan dijadikannya Indonesia sebagai pusat produksi vaksin global maka  diharapkan terjadi transfer teknologi ke negara berkembang, khususnya di bidang farmasi. Selain itu, stimulasi infrastruktur kesehatan juga akan berkembang,“ ungkapnya.

Baca Juga: Polemik Muhammad Kace Menguras Energi Bangsa, Netty: Pemerintah Harus Segera Selesaikan!

Apalagi, kata Ketua Tim Covid-19 FPKS DPR RI ini, sempat terjadi  ancaman hambatan pasokan vaksin dari negara maju produsen vaksin  ke negara berkembang  melalui fasilitas  COVAX dan AVAT yang dapat merugikan negara berkembang.

“Pada masa pandemi ini, terlihat jelas ketimpangan infrastruktur kesehatan antara negara berkembang dan  negara maju yang berdampak pula pada  ketidakadilan akses dan distribusi vaksin global. Banyak negara berkembang yang kesulitan mendapatkan vaksin, sementara negara maju justru surplus vaksin  karena bisa produksi sendiri,” tambahnya.

Hal lain yang membuat  Indonesia cocok dijadikan pusat produksi vaksin global adalah cuaca yang stabil, kata Netty.

 

Halaman:

Editor: tantan

Artikel Terkait

Terkini

Gelombang Panas di Indonesia, BMKG: Itu Hoaks!

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:45 WIB
X