• Minggu, 24 Oktober 2021

Pemerintah Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

- Rabu, 22 September 2021 | 15:42 WIB
Pemerintah kini menggenjot ekosistem kendaraan listrik. (Agus Suparto)
Pemerintah kini menggenjot ekosistem kendaraan listrik. (Agus Suparto)

INILAHKORAN, Bandung - Hilirisasi industri menjadi fokus pembangunan saat ini. Untuk itu, pemerintah mengundang investor Eropa untuk menanamkan modal di Indonesia dan membangun industri baterai kendaraan listrik.

Bahlil Lahadalia turun langsung. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengaku, undangan kepada para investor dari Eropa itu untuk membangun bersama ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Khususnya, mengambil bagian dalam industri baterai kendaraan listrik.

Menurutnya, Indonesia sejauh ini mengantongi investasi senilai US$9,8 miliar atau setara Rp142 triliun untuk pengembangan industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi dari Korea Selatan. Pekan lalu, tahap pertama investasi asal Negeri Ginseng itu mulai terealisasi dengan dibangunnya pabrik battery cell senilai US$1,1 miliar di Karawang, Jawa Barat.

Baca Juga: Regulasi Baru Pajak Kendaraan Listrik dan Hybrid

Tak hanya Korea Selatan, pada akhir tahun ini akan pula dibangun pabrik baterai kendaraan listrik CATL, produsen baterai kendaraan listrik asal Cina. Bahlil pun mengundang investor Eropa untuk ikut masuk berinvestasi dalam ekosistem industri tersebut lantaran bahan baku baterai kendaraan listrik mayoritas bisa didapatkan di Tanah Air.

“Kenapa ini saya tawarkan ke Eropa? Komponen bahan baku baterai mobil itu empat yaitu nikel, mangan, kobalt, dan litium. Di Indonesia, kami mempunyai tiga jenis bahan baku yaitu nikel, mangan, dan kobalt sementara litiumnya kita ambil dari luar,” katanya dikutip Antara, Selasa 21 September 2021.

Bahlil menyebutkan, sekitar 24-26% cadangan nikel dunia terdapat di Indonesia. Fakta tersebut tentu sangat menguntungkan bagi Indonesia karena jaminan pasokan bahan baku.

“Maka izinkan kami untuk memberikan waktu kepada Indonesia untuk membangun hilirisasi. Kita ingin memberikan kontribusi kepada dunia dengan produk-produk yang berkualitas dan teknologi tinggi,” ujarnya.

Baca Juga: Menyambut Transisi Menuju Kendaraan Listrik

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X