Heboh Kerajaan Angling Dharma, Begini Tanggapan Bupati Pandeglang

Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh adanya kerajaan yang bernama 'Kerajaan Angling Dharma'. Kerajaan tersebut memiliki istana

Heboh Kerajaan Angling Dharma, Begini Tanggapan Bupati Pandeglang
Sumber:tangkapanlayar/antara

INILAHKORAN, Bandung - Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh adanya kerajaan yang bernama 'Kerajaan Angling Dharma'.


Kerajaan tersebut memiliki istana yang terletak di Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Selain memiliki istana, kerajaan ini juga dipimpin oleh seorang raja bernama Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus.

Baca Juga: Gravity Rilis Gim Strategi Berlatar Kerajaan Eropa

Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus dinobatkan sebagai raja berdasarkan mimpi yang dialaminya pada tahun 2004 silam.

Menanggapi hebohnya isu kerajaan Angling Dharma tersebut, Bupati Pandeglang Irna Narulita akhirnya buka suara.

Irna mengatakan akan bertindak untuk mengetahui silsilah dan sejarah kerajaan tersebut. Pendekatan persuasif akan dilakukan sebelum proses oleh penegak hukum jika diketahui keberadaan kerajaan ini menyesatkan.

Baca Juga: Pemberangkatan Umroh, Pemerintah Tunggu  Izin Kerajaan Arab Saudi

"Kalau memang masih ada silsilah itu sebetulnya dalam sejarah, kalau pun masih ada keluarga- keluarga besarnya seperti apa kita harus apresiasi mereka. Ada juga yang salah persepsi yang dibangun seperti sunda empire dan sebagainya, itu kan ada satu persepsi yang menyesatkan, itu akan dibaca akan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum," tutur Irna.

Dari kabar yang beredar, ini memiliki raja yang dermawan dan berjiwa sosial. Bahkan, sang raja sering membagikan bantuan sosial hingga membuat rumah untuk sejumlah warga.

Baca Juga: Menghilang Sejak Pandemi, Keluarga Kerajaan Inggris Muncul Lagi, Ini Penampakannya

Selain itu, disebutkan juga bahwa jiwa sosialnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu di sejumlah kecamatan.***(Firda Rachmawati)


Editor : inilahkoran