• Kamis, 28 Oktober 2021

Jleb! Disindir Komisaris PT Pelni, Febri Diansyah: Tidak Perlu Ngemis Jabatan BUMN

- Sabtu, 25 September 2021 | 18:45 WIB
antarafoto
antarafoto

INILAHKORAN, Bandung-Mantan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menanggapi cuitan Komisaris PT Pelni Dede Budhyarto di akun twitternya @kangdede78 mengunggah gambar yang menyindir pendirian kantor pemberantasan korupsi darurat.

Unggahan gambar itu berisi tulisan, "Gagal jadi PNS, bikin geng 'KPK Darurat'. Main KPK-KPKan. Merasa lebih KPK dari KPK, merasa cuma mereka yang mampu. Takabur atau halu?"

Selain mengunggah gambar tersebut, Dede Budhyarto pun menyebut akun Febri Diansyah serta Novel Baswedan.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Dijemput Paksa KPK, Ini Sikap MKD DPR RI

"Gini amat sih @nazaqistsha & @febridiansyah," tulis Dede Budhyarto, Sabtu, 25 September 2021.

Sontak cuitan itupun langsung ditanggapi oleh Febri melalui akun twitternya. Dia pendirian kantor pemberantasan korupsi darurat ini sebagai semangat anti korupsi.

Febri mengaku dirinya tak perlu mengemis-ngemis jabatan di BUMN, karena ini murni untuk menjaga semangat anti korupsi.

Baca Juga: KPK Jemput Paksa Azis Syamsuddin, Terkait Kasus Apa?

"Ini cara kami tetap menjaga semangat antikorupsi. Dan tidak perlu mengemis jabatan di BUMN," cuit Febri Diansyah, Sabtu, 25 September 2021.

Diketahui, Novel Baswedan cs mendirikan kantor darurat pemberantasan korupsi tak lama setelah pimpinan KPK mengumumkan pemberhentian dengan hormat 57 pegawai tak lolos TWK per 30 September 2021.

Kantor darurat pemberantasan korupsi melibatkan sejumlah elemen masyarakat sipil, seperti BEM Seluruh Indonesia, Koalisi Bersihkan Indonesia, ICW, Amnesty International Indonesia, YLBHI, LBH Jakarta, SERBUK, KASBI, KPBI, LBH PP Muhammadiyah, dan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi. (Yosep Saepul Ramdan)

 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Heboh Pernyataan Gus Yaqut, Ini Kata Ketua Umum KNPI

Selasa, 26 Oktober 2021 | 11:56 WIB
X