• Rabu, 20 Oktober 2021

Warga Jawa Barat dan Jawa Tengah Wajib Waspada, Inilah Hasil Riset IDAI Terkait Kasus Anak Terkonfirmasi COVI

- Minggu, 26 September 2021 | 19:34 WIB
Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Prof. Dr. dr. Aman B Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI(Hon) mengumumkan hasil riset kasus anak terkonfirmasi Covid 19 (Ghiok Riswoto)
Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Prof. Dr. dr. Aman B Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI(Hon) mengumumkan hasil riset kasus anak terkonfirmasi Covid 19 (Ghiok Riswoto)

INILAHKORAN,Jakarta,- Warga Jawa Barat dan Jawa Tengah wajib waspada menjaga dan melindungi anak-anak dari serangan COVID 19.

Hal itu menyusul temuan dan hasil riset Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang melaporkan kasus anak terkonfirmasi COVID-19 terbanyak ada di Jawa Barat, sedangkan kasus kematian anak akibat COVID-19 tertinggi di Jawa Tengah.

"Penelitian ini adalah gambaran data terbesar pertama kasus COVID-19 anak di Indonesia pada gelombang pertama COVID-19. Angka kematian yang cukup tinggi adalah hal yang harus dicegah dengan deteksi dini dan tatalaksana yang cepat dan tepat," kata Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Prof. Dr. dr. Aman B Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI(Hon) dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Minggu, 26 September 2021

IDAI melakukan studi retrospektif terhadap data 37.706 kasus anak terkonfirmasi COVID-19 yang diperoleh dari laporan kasus COVID-19 pada anak yang dirawat oleh dokter anak yang tergabung dalam IDAI selama Maret-Desember 2020.

Baca Juga: Penyu Terbesar Dunia Muncul di Indonesia, Seperti Ini Penampakannya yang Terekam Kamera

Laporan riset IDAI menunjukkan 10 daerah di Indonesia dengan kasus anak terkonfirmasi COVID-19 terbanyak, yakni Jawa Barat dengan angka 10.903 kasus, dan diikuti oleh Riau (3.580), Jawa Tengah (3.108), Sumatera Barat(2.600), Kalimantan Timur (2.033), Jawa Timur (1.884), Bali (1.524), Sumatera Utara (1.448), DI Yogyakarta (1.275), dan Papua (1.220).

Selain itu, IDAI menyebutkan ada tujuh daerah dengan kasus kematian anak terkonfirmasi COVID-19 terbanyak, yaitu Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data tersebut, di antara anak-anak terkonfirmasi COVID-19 yang ditangani oleh dokter anak, angka kematian tertinggi pada anak usia 10-18 tahun (26 persen), diikuti 1-5 tahun (23 persen), 29 hari- kurang dari 12 bulan (23 persen), 0-28 hari (15 persen), dan 6 tahun sampai kurang dari 10 tahun (13 persen).

Baca Juga: Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Membengkak, Politisi Demokrat: Audit Investigasi!

Halaman:

Editor: Ghiok Riswoto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Tak Melarang Warga Merayakan Maulid Nabi

Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:30 WIB

Gelombang Panas di Indonesia, BMKG: Itu Hoaks!

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:45 WIB
X