• Selasa, 26 Oktober 2021

Ribut Pernyataan Gatot Nurmantyo Soal PKI, Begini Perdebatan Kyai NU dengan Fahri Hamzah

- Selasa, 28 September 2021 | 14:07 WIB
Fahri Hamzah. (Net)
Fahri Hamzah. (Net)

INILAHKORAN, Bandung- Jenderal TNI Purnawirawan Gatot Nurmantyo melontarkan statemen yang menimbulkan pro kontra di publik. Mantan Panglima ini menyebut TNI telah disusupi paham komunis.

Pernyataan itu pun sontak mendapat berbagai tanggapan, hingga terjadi perdebatan anatara kyai NU yang kini tengah menjadi akademisi di Australia, Nadirsyah Hosen dengan politisi Fahri Hamzah.

Perdebatan itu terjadi di media sosial twitter. Gus Nadir dan Fahri saling melontarkan komentar satu sama lain.

Nadir dalam twitternya @na_dirs mengomentari Gatot bahwa TNI bukan kemasukan PKI seperti yang diklaimnya. Akademisi Monash University ini menyebut TNI justru kemasukan pemahaman Islam yang mengharapkan membuat patung.

Baca Juga: Besok, Golkar Serahkan Nama Pengganti Azis ke Ketua DPR

"Jadi, begini Pak Gatot. TNI itu bukan kemasukan PKI seperti yg Bapak klaim. Justru TNI (tepatnya ada purnawirawan TNI) yg kemasukan pemahaman Islam yg mengharamkan membuat patung," tulis Nadirsyah Hosen.

"Kita bisa berdebat soal hukumnya membuat patung. Tapi ini bukan PKI. Jelas kan? @Nurmantyo_Gatot," sambungnya.

Cuitan Gus Nadir itu pun langsung mendapat komentar dari Politisi Partai Gelora, Fahri Hamzah. "Jadi kyai percaya itu hak pribadi orang?" tanya Fahri.

Pertanyaan Fahri itu pun mendapay jawaban dari Nadir. Dia  mengatakan yang menjadi inti persoalan adalah klaim dari Gatot terkait TNI disusupi paham komunis merupakan sebuah kekeliruan.

Baca Juga: Pemerintah Usulkan Pemilu 2024 Digelar 15 Mei, Mahfud MD: Tanggal yang Rasional

"Yg penting sekarang Bang @Fahrihamzah dan kita semua sudah tahu bahwa tudingan Jenderal Gatot soal PKI menyusup TNI dg alasan patung itu ternyata keliru. Itu dulu intinya. Persoalan lain mau dibikin melebar ya silakan saja. Tapi intinya soal PKI itu beliau keliru. OK, Bang?" kata Gus Nadir.

Namun, Fahri justru menyoroti pembiaran terhadap lembaga negara yang punya akibat penting.

"Sy justru mempersoalkan awal, mengapa tindakan pribadi dlm lembada negara yg punya akibat penting dibiarkan? Ada apa?" ucap Fahri.*** (Yosep Saepul Ramdan)

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X