• Minggu, 29 Mei 2022

Buntut Mensos Risma Ngamuk, Gubernur Gorontalo Tersinggung, Psikolog Ikut Angkat Bicara

- Minggu, 3 Oktober 2021 | 10:59 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Antara Foto)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Antara Foto)

Emosinya begitu memuncak dan jengkel jika menemukan adanya penyimpangan yang dilakukan anak buahnya.

Psikolog Astrid Wen kepada Inilah.com mengatakan, rasa amarah atau emosional yang dikeluarkan pejabat publik dengan sikap pemarah, merupakan sifat bawaannya yang mungkin selalu ingin tampil frontal. 

"Marahnya tuh harus kita lihat, jika konsisten mungkin memang sudah karakter pembawaanya," tutur Astrid saat dihubungi lewat sambungan telfon, Sabtu (02/09). 

Ia menambahkan, rasa amarah normal terjadi saat emotional brain (otak emosional) seseorang terpicu dan seseorang tidak memiliki kontrol diri, bisa saja jadi kalap.

Baca Juga: Mensos Risma Marah-marah Terus, Jabatannya Mulai Terancam?

"Tapi tetap yang harus kita lihat marahnya atas dasar apa, apakah ini hanya satu model atau ada model pengeskpresian lain," ucapnya. 

Yang Perlu Dilakukan

Untuk mendinginkan sikap amarah tersebut, Astrid mengatakan, ada tiga cara yang dapat dilakukan oleh seorang pejabat publik. Teori itu  adalah I am; I have dan I can.

I am, Astrid mengatakan, keadaan di mana seseorang mengetahui tentang dirinya sendiri dari kelebihan, kekurangan, hal negatif dan positif sehingga bisa lebih menenangkan diri dan punya waktu berisitirahat.

Baca Juga: Risma Kebut Bansos untuk Wilayah PPKM Level 4

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X