Polres Luwu Timur Sebut Kasus 'Tiga Anak Saya Diperkosa' adalah Hoax

Polres Luwu Timur memberikan klarifikasi terkait kisah Tiga Anak Saya Diperkosa yang kini viral di media sosial. Ini keterangan polisi.

Polres Luwu Timur Sebut Kasus 'Tiga Anak Saya Diperkosa' adalah Hoax
Tangkapan layar Twitter.

INILAHKORAN, Bandung - Polres Luwu Timur memberikan klarifikasi terkait kisah 'Tiga Anak Saya Diperkosa' yang kini tengah viral di media sosial.

Melalui Instagram resminya, Humas Polres Luwu Timur menyebut bahwa kisah dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang ayah kepada ketiga anaknya adalah hoaks.

Polres Luwu Timur juga mengatakan kasus tersebut telah ditangani oleh pihaknya pada 9 Oktober 2019, tetapi belum cukup bukti.

Baca Juga: Ibu di Luwu Timur Geram, Ketiga Anaknya Jadi Korban Pemerkosaan, Polisi Justru Hentikan Penyelidikan

"Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat Malam. Dijelaskan bahwa berita yang disampaikan ini belum cukup bukti dan kasus ini pernah ditangani oleh Polres Luwu Timur Sejak Tanggal 9 Oktober. Laporan pengaduan ibu korban, terlapor Sdr Supyan (mantan suami terlapor).

Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan terlapor, kemudian melakukan visum pertama di puskesmas Malili, kemudian melakukan visum kedua di RS Bhayangkara Makassar dengan didampingi ibu korban. Terlapor Supyan (Ayah dari ketiga anak yang diduga jadi korban) dan petugas P2TP2A Kab Luwu Timur dengan hasil pada tubuh 3 orang anak pelapor tersebut tidak ditemukan kelainan pada alat kelamin ataupun dubur/anus.

Hasil asesmen P2TP2A Kab Luwu Timur bahwa tidak ada tanda trauma pada ketiga anak tersebut pada ayahnya karena setelah Sang ayah datang di Kantor P2TP2A ketiga anak tersebut menghampiri dan duduk di pangkuan ayahnya.

 

Baca Juga: Astaghfirullah! 4 Siswi SMU Diduga Diculik dan Diperkosa Oknum Pejabat Dinas PUPR dan Politisi Parpol

Sehingga penyidik Polres Luwu Timur melaksanakan gelar perkara di Polres Luwu Timur dan Polda Sulawesi Selatan dengan hasil menghentikan proses penyelidikan pengaduan tersebut dengan alasan tidak ditemukan bukti yang cukup adanya Tindak Pidana Cabul sebagaimana yang dilaporkan.

Demikian laporan klarifikasi Humas Polres Luwu Timur, bila ada pertanyaan lebih lanjut silahkan ke Polres Luwu Timur, Terima kasih." demikian isi klarifikasi dari Polres Luwu Timur melalui Instagram storynya.

Menanggapi klarifikasi dari Polres Luwu Timur tersebut justru membuat netizen semakin geram.

Netizen pun menuliskan beragam komentar di salah satu unggahan Instagram Humas Polres Luwu Timur.

"Tolong diusut yang benar pak, kasus pencabulannya... Kok nama ibu korban disebar-sebar... Humasnya kurang belajar atau gimana...," kata salah satu netizen.

"Ko bisa ya langsung ngecap hoax demi bersihin nama baik ????, bayangin kalau anak ngalamin hal kaya gitu tapi pas nyari perlindungan malah dikatain hoax cuma gara2 physical touch dengan si pelaku saat pemeriksaan (dipangku, dipeluk)," komentar netizen lainnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi lebih lanjut dari Polres Luwu Timur dan pihak-pihak terkait.***(Firda Rachmawati)


Editor : inilahkoran