Duh, BP2MI Sebut Ada 4,7 Juta Pekerja Migran jadi Korban Sindikat, Nyatakan Perang Terhadap Sindikat

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 18:38 WIB
Rakornas BP2MI di Bandung
Rakornas BP2MI di Bandung

INILAHKORAN, Bandung- Badan Penanggulangan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyatakan perang terhadap sindikat penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal.

Kepala Badan Penanggulangan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengungkapkan, pihaknya mencatat sebanyak 4,7 juta PMI telah menjadi korban penempatan ilegal oleh sindikat.

"Ada 4,3 juta PMI yang tercatat secara resmi. Tapi ada 4,7 juta pekerja migran kita yang tidak tercatat secara resmi. Sebanyak 90 persen dari 4,7 juta itu dipastikan mereka yang menjadi korban penempatan ilegal," kata Benny Rhamdani di sela Rakornas BP2MI Satgas Pencegahan dan Pemberantasan Sindikat Penempatan Ilegal Pekerja Migran Indonesia, di Hotel Intercontinental, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 6 Oktober 2021.

Menurut Benny, untuk memberantas mafia penempatan ilegal, BP2MI membentuk Satgas Pencegahan dan Pemberantasan Sindikat Penempatan Ilegal Pekerja Migran Indonesia.

Baca Juga: Menpan RB Tunggu Jawaban Kapolri Soal Rencana Perekrutan 57 Eks Pegawai KPK

BP2MI menginginkan adanya satgas yang dibentuk langsung Presiden RI dalam melakukan tugas pencegahan dan pemberantasan sindikat ilegal penempatan PMI. Pasalnya, satgas internal BP2MI saat ini kewenangannya sangat terbatas. Koordinasi dengan instansi terkait lainnya hanya sebatas koordinasi.

"Harapan kita, kementerian maupun lembaga yang terlibat bersifat instruktif, tidak lagi koordinatif. Tapi kita tidak boleh juga karena kewenangan terbatas, kita tidak melakukan apapun. Sebab, para sindikat dan mafia terus bekerja. Kita tidak boleh kalah langkah dibandingkan mereka," tegas Benny

Selain menyoroti mafia penempatan ilegal, pada rakornas tersebut terungkap dalam dua tahun terakhir BP2MI menangani kepulangan PMI terkendala sehingga berakibat pada pendeportasian PMI. Kasus ini dialami oleh 65.734 PMI, dan mereka dibiayai negara sejak dari negara penempatan hingga kembali ke Indonesia.

Baca Juga: Gerai Vaksin Istora Papua Bangkit Bantu Masyarakat Meriahkan PON Papua

Halaman:

Editor: Ghiok Riswoto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Umur 76 Tahun, Polri Dinilai Lebih Humanis

Senin, 4 Juli 2022 | 13:53 WIB
X