• Jumat, 1 Juli 2022

Viral Guru TK Curhat Sambil Menangis ke Nadiem Makarim, Dapat Gaji Rp 100 Ribu Per Bulan

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 13:15 WIB
tangapan layar @insta_julid
tangapan layar @insta_julid

INILAHKORAN, Bandung-Viral sebuah video yang menayangkan curhatan  seorang guru honorer kepada Menteri Pendisikan Nadiem Makarim sambil menangis tersedu-sedu.

Sambl menangis, guru tersebut bercerita bahwa dirinya hanya menerima gaji Rp 100 ribu per bulan. Video tersebut diunggah di meda sosial instagram akun @insta_julid.

Diawal tayangan video itu, terlihat Nadiem datang ke dalam ruangan yang terdapat guru. Dihampiri menteri pendidikan, sang guru langsung curhat dan tangisannya pun pecah.

Baca Juga: Hasil Seleksi PPPK Tahap Pertama Diumumkan, Cek Nama Guru Honorer yang Lolos di Sini

Sambil menangis tersedu, guru tersebut mengatakan bahwa gaji Rp 100 ribu per bulan itu pun tak secara rutin dia dapatkan.

Diketahui melalui keterangan unggahan itu, guru teesebut bernama Asmawarni Yanti. Saat itu, Menteri Nadiem Makarim tengah melakukan kunjungan ke TK Negeri Pembina Pedesaan.

Dalam keterangan unggahan tersebut, dijelaskan bahwa Nadiem tengah duduk disamping murid-murid yang belajar.

Baca Juga: Viral! Guru Honorer Penderita Stroke Menangis Saat Mengikuti Tes PPPK

Namun tiba-tiba suasana menjadi haru saat guru Asmawarni Yanti yang menangis disusul guru-guru di sebelahnya yang ikut menangis.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Insta Julid (@insta_julid)

 



”Jadi itu satu episode yang cukup menyedihkan, emosional,” ucap Nadiem Makarim.

Tak lama Nadiem langsung menghampiri sang guru. Kemudia Asmawarni langsung menceritakan kondisi mereka yang dialaminya.

Baca Juga: Pemkab Bandung Berikan Insentif bagi Guru Honorer

Mendengar curhatan itu, Nadiem Makarim mengaku terkejut dan merasakan penderitaan yang selama ini guru honorer rasakan, sambil menunduk dia mengatakan bahwa itu sangat menyakitkan.

Nadiem mengaku akan berusaha mencari solusi terbaik bagi para guru honorer. Menurutnya, solusi terimplementasi pada pengangkantan mereka menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

”Jalur satu-satunya PPPK, ini satu-satunya jalur yang terbaik,” ungkapnya.

Baca Juga: Alhamdulillah, Tunjangan Guru Honorer SMA/SMK/SLB di Jabar Cair

Nadiem pun meminta para kepala daerah dan kepala dinas pendidikan mengisi formasi PPPK agar mengakomodir guru honorer di TK Negeri. *** (Yosep Saepul Ramdan)

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X