Terungkap! Inilah Pertanyaan 'Ngasal' Soal Darah di Tes TWK KPK

Fakta mengejutkan terungkap di balik tes wawasan kebangsaan (TWK) KPK. Ada pertanyaan yang dianggap 'ngasal' soal darah.

Terungkap! Inilah Pertanyaan 'Ngasal' Soal Darah di Tes TWK KPK
Seorang pegawai KPK Yudi Purnomo berjalan keluar sambil membawa peralatan pribadi dari meja kerjanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (16/9/2021). KPK memberhentikan 57 pegawai yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) saat alih status menjadi ASN per 30 September 2021. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.

INILAHKORAN, Jakarta- Mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan salah satu pertanyaan dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Yakni, "bolehkah darah didonorkan kepada orang yang beragama lain?" 

"Saya jadi ingat TWK, pertanyaan asesornya tentang boleh ngga darahnya buat agama lain, ya saya bilang bahwa donor darah itu untuk kemanusiaan, kita sudah ikhlas untuk siapa saja," kata mantan pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap melalui akun media sosialnya seperti dikutip Inilah.com, Senin 11 Oktober 2021.  

Yudi menduga pertanyaan tersebut sengaja diarahkan guna menjurus ke tuduhan adanya intoleransi di KPK.

Baca Juga: Kapolri Ingin 56 Anggota KPK Gagal TWK Jadi ASN, Mahfud MD: Mari Melangkah ke Depan

Sebab, diketahui bahwa begitu pendonor memberikan darahnya, kewenangan selanjutnya ada di tangan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk memberikan kepada  siapapun atas dasar kebutuhan demi kehidupan umat manusia.

"Jadi yang buat materi soal dan asesornya kaya kelihatan belum pernah donor, pake ada pertanyaan kalo donor darahnya buat agama lain boleh nggak," kata Yudi. 

Pernyataan Yudi seakan selaras dengan hasil pemeriksaan mendalam yang dilakukan oleh Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dan Komnas HAM, terhadap TWK pegawai KPK. Yakni ditemukan banyak perbuatan melanggar hukum dan HAM.  Bertujuan untuk menyingkirkan pegawai KPK.

Baca Juga: Milenial Apresiasi Upaya Kapolri Rekrut Pegawai KPK Tak Lulus TWK

Meski demikian 57 pegawai KPK resmi dipecat  pada Kamis (30/9/2021). Akibat tak lolos tes TWK, sehingga tak dapat diangkat menjadi  aparatur sipil negara KPK.

Tetapi, para pegawai KPK yang tidak lolos TWK itu justru mau direkrut Polri menjadi ASN di Korps Bhayangkara. 

Baca Juga: BNPT Akui Diminta Bantu Profiling dalam TWK Pegawai KPK

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sangat serius merekrut Novel Baswedan Cs, karena mereka mewarisi rekam jejak yang baik selama proses pemberantasan korupsi saat aktif di lembaga antirasuah.***


Editor : inilahkoran