• Minggu, 5 Desember 2021

Duh, Pria Ini Ditangkap Gara-gara Ubah Warna Pertalite Jadi Mirip Premium

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:24 WIB
Kapolres  Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin didampingi Kapolsek Ketapang AKP Samsul Bahri menunjukkan pertalite asli (hijau) dan yang sudah diubah warnanya mirip premium (kuning), serta terduga pelakunya di Sampit, Senin 11 Oktober 2021. (Antara Foto)
Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin didampingi Kapolsek Ketapang AKP Samsul Bahri menunjukkan pertalite asli (hijau) dan yang sudah diubah warnanya mirip premium (kuning), serta terduga pelakunya di Sampit, Senin 11 Oktober 2021. (Antara Foto)

INILAHKORAN, Bandung- Kelakuan pria asal Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, ini terbilang aneh. Dia diduga mengoplos bahan bakar minyak jenis pertalite dengan bahan tertentu guna mengubah warnanya sehingga menjadi mirip jenis premium demi mendapat keuntungan.

"Ini cukup aneh juga. Biasa itu kan kasusnya pengoplosan menyerupai BBM jenis yang lebih mahal seperti pertalite atau pertamax, ini justru pertalite dioplos sehingga warnanya mirip premium atau bensin. Hanya warnanya yang mirip, soal kandungannya, kami belum tahu karena itu perlu pengujian laboratorium," kata Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin didampingi Kapolsek Ketapang AKP Samsul Bahri di Sampit, Selasa 12 Oktober 2021.

Jakin menjelaskan, kasus ini terungkap Jumat 8 Oktober 2021 lalu berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh Polsek Ketapang. Terduga HS tertangkap tangan sedang melaksanakan pengoplosan itu di rumah di Jalan Jembatan Kuning Gang Sabar Menanti Kelurahan Ketapang Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Baca Juga: Ribut Soal Nikah Siri Ditulis di Kartu Keluarga, Akademisi Beri Pandangan Begini...

Polisi mengamankan barang bukti berupa tandon air berkapasitas 1000 liter, 33 jeriken, timbangan, serbuk "bleaching earth terram" untuk pemutih, bahan bakar mirip premium serta barang bukti lainnya.

Dalam aksinya, HS menerima jasa mengoplos pertalite dengan memasukkannya serbuk "bleaching earth terram". Dari proses itu, pertalite yang semula berwarna hijau, berubah menjadi kuning sehingga mirip premium.

Terkadang HS juga membeli sendiri pertalite dari sejumlah koleganya, kemudian mengoplosnya menjadi bahan bakar yang warnanya mirip warna premium, kemudian menjualnya. Namun jika dilihat secara teliti tetap ada perbedaan, karena warna kuningnya sangat tajam, berbeda dengan warna kuning bahan bakar premium.

Baca Juga: Update Kasus Tiga Anak Saya Diperkosa: Polri Enggan Ambil Alih, Tetap Polda Sulsel yang Tangani

Hasil pemeriksaan terhadap HS, praktik terlarang ini ternyata dilakukan lantaran di kawasan pelosok atau jauh dari pusat kota, harga premium justru lebih mahal dibanding pertalite, padahal di SPBU harga resmi premium lebih murah dibanding pertalite.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Luwu Timur

Rabu, 1 Desember 2021 | 13:45 WIB

KPK panggil Anggota DPRD Bintan Terkait Kasus Cukai

Rabu, 1 Desember 2021 | 12:12 WIB
X