• Senin, 29 November 2021

Patut Dicontoh Nih, Pelajar Australia Belajar Daring Seni Tari dan Musik Indonesia

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 19:15 WIB
KBRI Canberra mengadakan lokakarya bahasa dan budaya Indonesia, termasuk seni tari dan musik Indonesia, secara daring. Lokakarya yang diikuti para pelajar Australia itu berlangsung selama 9 hari sejak Selasa (12/10/2021).
KBRI Canberra mengadakan lokakarya bahasa dan budaya Indonesia, termasuk seni tari dan musik Indonesia, secara daring. Lokakarya yang diikuti para pelajar Australia itu berlangsung selama 9 hari sejak Selasa (12/10/2021).

INILAHKORAN, Bandung-Para pelajar dari Defence Force School of Languages Australia di Canberra antusias mengikuti lokakarya bahasa dan budaya Indonesia, termasuk seni tari dan musik Indonesia, secara daring.

Pada lokakarya daring itu, warga Negeri Kanguru itu belajar seni tari tradisional, seni musik angklung dan gamelan Nusantara, kata pernyataan KBRI Canberra yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Kegiatan lokakarya seni budaya Indonesia yang digelar KBRI Canberra itu berlangsung selama sembilan hari mulai dari 12 Oktober.

Baca Juga: Jabar Kawinkan Emas Beregu dan Tunggal Putra Silat Seni PON XX Papua

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra, Mukhamad Najib, mengatakan bahwa lokakarya itu sengaja dirancang untuk para pelajar yang nantinya akan bertugas di Indonesia.

"Selain belajar mengenai Bahasa Indonesia, mereka juga diperkenalkan dengan budaya Indonesia dan mempraktikkannya secara langsung. Kali ini, mereka belajar Tari Bali, mengenal dan memperagakan beragam pakaian adat Indonesia, dan belajar memainkan dua alat musik tradisional, yaitu Gamelan Bali dan Angklung," kata Najib.

Menurut dia, para peserta melalui lokakarya itu diajak mempelajari ragam seni budaya Indonesia dari mulai tarian, pakaian adat seperti batik, makanan khas daerah, sampai alat musik dan seni bela diri silat Perisai Diri.

Baca Juga: MATAN dan Komuji Hadirkan Tasawuf dalam Ekspresi Seni Abad 21

"Peserta juga diajak tur virtual keliling beberapa provinsi Indonesia untuk lebih dekat mengenal Indonesia sebelum mereka betul-betul tiba di Indonesia," ucap Najib.

Dia menjelaskan, pemerintah Canberra masih memberlakukan kebijakan penguncian (lockdown) hingga 15 Oktober 2021, sehingga kegiatan tatap muka tidak dimungkinkan.

"Maka, semua program dilakukan daring, termasuk berlatih alat musik pun dilakukan secara daring. Tapi ini tidak mengurangi antusiasme para peserta untuk berlatih menari dan memainkan alat musik tradisional Indonesia dengan semangat dan gembira," ujar Najib.

Baca Juga: Dari Desa Tersembunyi, Pemuda KBB Ini Sukses Raih Prestasi Lewat Seni

Dalam sambutan pembukaannya untuk lokalarya itu, Najib menyampaikan bahwa para peserta akan dikenalkan sebagian kecil dari tradisi dan budaya Indonesia.

"Indonesia tak hanya luas wilayahnya dari Sabang sampai Merauke, tetapi juga sangat kaya budaya dan tradisi. Sehingga, tidak mungkin dalam waktu yang singkat bisa dipelajari seluruhnya," jelasnya.

Pelatihan menari dan bermain gamelan Bali dalam lokakarya itu dibimbing langsung oleh I Gede Eka Riadi yang merupakan seniman Indonesia asal Bali.

Baca Juga: Hasil Seleksi PPPK Tahap Pertama Diumumkan, Cek Nama Guru Honorer yang Lolos di Sini

Sementara untuk pelatihan angklung, para peserta dibimbing langsung oleh seniman asal Jawa Barat Rubby Al Burhan.

Keduanya merupakan staf KBRI Canberra yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing.

"Mereka sangat menikmati bermain angklung, bahkan mereka berminat untuk memiliki angklung sendiri," kata Rubby.

Najib mengatakan pelatihan daring untuk gamelan dan angklung secara daring itu diharapkan akan memudahkan promosi budaya Indonesia secara digital.

Baca Juga: Puluhan Artis Galang Dana untuk Pekerja Seni Terdampak Pandemi

"Pelatihan tari, gamelan dan angklung secara daring ini memungkinkan kita mempromosikan budaya Indonesia secara digital dengan lebih luas lagi. Ke depan, Kantor Atdikbud Canberra juga akan membuat tutorial bermain gamelan dan angklung secara digital sehingga mudah didistribusikan ke sekolah-sekolah maupun universitas di Australia," ujarnya.***

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelang Nataru, MenPAN-RB Larang ASN Cuti Akhir Tahun

Minggu, 28 November 2021 | 13:30 WIB

Anies Baswedan Buka Suara Soal Sebutan Kadrun, Marah?

Jumat, 26 November 2021 | 22:30 WIB
X