• Selasa, 30 November 2021

Merah Putih Tak Berkibar di Thomas Cup, Ketua KOI: Sangat Kecewa dan Sedih

- Senin, 18 Oktober 2021 | 14:24 WIB
Pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting melakukan selebrasi setelah memenangi pertandingan tunggal putra melawan Lu Guang Zu pada ajang Thomas Cup 2021 di Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021). Indonesia berhasil menjuarai Thomas Cup 2021 setelah mengalahkan China dengan skor 3-0. ANTARA FOTO/Claus Fisker/Ritzau Scanpix via Reuters/aww. *** Local Caption *** Badminton - Thomas & Uber Cup - Aarhus, Denmark - October 17, 2021 Indonesia's Anthony Sinisuka Ginting celebrates after winning t (RITZAU SCANPIX)
Pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting melakukan selebrasi setelah memenangi pertandingan tunggal putra melawan Lu Guang Zu pada ajang Thomas Cup 2021 di Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021). Indonesia berhasil menjuarai Thomas Cup 2021 setelah mengalahkan China dengan skor 3-0. ANTARA FOTO/Claus Fisker/Ritzau Scanpix via Reuters/aww. *** Local Caption *** Badminton - Thomas & Uber Cup - Aarhus, Denmark - October 17, 2021 Indonesia's Anthony Sinisuka Ginting celebrates after winning t (RITZAU SCANPIX)

INILAHKORAN, Bandung - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengaku kecewa dan sedih lantaran Merah Putih tak bisa berkibar di Thomas Cup 2020.

"Saya sebagai Ketua Olimpiade Indonesia bangga dengan penampilan Tim Thomas kita, tetapi juga sekaligus sangat kecewa dan sedih karena seremoni medali dengan bendera PBSI," ujarnya.

Okto menyayangkan sanksi yang dijatuhkan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) terhadap Indonesia membuat bendera Indonesia berkibar setelah 19 tahun menanti juara di Piala Thomas Cup.

Baca Juga: Buntut Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas 2020, KOI Desak WADA Tanggung Jawab

"Bayangkan 19 tahun Indonesia mendambakan membawa pulang  Piala Thomas ke Tanah Air, tetapi saat juara justru bendera Merah Putih tidak bisa ditampilkan. Saya bersyukur Indonesia Raya masih dapat berkumandang,” kata Okto.

Okto menambahkan, berkompetisi di ajang internasional tidak bisa sembarangan dikarenakan ada aturan yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, Okto mengatakan bahwa KOI selalu menyuarakan kampanye dan berjuang untuk menempatkan tokoh olahraga Indonesia di Federasi Internasional.

"Bukan sekadar untuk tahu aturan terbaru, tetapi juga menunjukkan positioning Indonesia di kancah dunia sehingga kita tak cuma jago kandang," ucapnya.

Baca Juga: Nah Lho! Akun Twitter Kemenpora Diserbu Netizen Usai Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas

Dirinya meminta agar Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) bisa melakukan pendekatan dengan WADA untuk menyelesaikan permasalahan ini karena sanksi yang berlaku dinilai sangat merugikan Merah Putih.

"Saya meminta LADI agar segera dapat memenuhi tanggung jawabnya yang mungkin masih tertunda kepada WADA sembari melakukan pendekatan agar Indonesia bisa segera terbebas dari sanksi doping yang merugikan Indonesia di ajang internasional," ujar Okto.***(Firda Rachmawati)

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelang Nataru, MenPAN-RB Larang ASN Cuti Akhir Tahun

Minggu, 28 November 2021 | 13:30 WIB
X