• Selasa, 30 November 2021

Ribut-ribut Saf Salat Berjamaah, MUI: Kalau Masih Ragu Jangan Dulu

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 19:14 WIB
Umat Muslim melaksanakan salat berjamaah dengan menjaga jarak di Masjid Al-Barkah, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/9/2021). Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis mengeluakan imbauan umat muslim dapat merapatkan saat shaf salat berjamaah di masjid bagi daerah yang kasus COVID-19 telah dapat dikendalikan dengan tetap menggunakan masker. ANTARA FOTO/Suwandy (Suwandy)
Umat Muslim melaksanakan salat berjamaah dengan menjaga jarak di Masjid Al-Barkah, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/9/2021). Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis mengeluakan imbauan umat muslim dapat merapatkan saat shaf salat berjamaah di masjid bagi daerah yang kasus COVID-19 telah dapat dikendalikan dengan tetap menggunakan masker. ANTARA FOTO/Suwandy (Suwandy)

INILAHKORAN, Bandung- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kepada semua umat Muslim agar tidak terlalu terburu-buru dalam mengamil keputusan untuk merapatkan saf salat berjamaah di masjid atau musala.

Rapatnya saf salat berjamaah sejatinya baru bisa dilakukan menyesuaikan angka kasus Covid-19 di wilayah tersebut jika memang sudah tidak ada lagi pandemi atau penularan.

"Kalau masih ragu, belum aman, ya jangan dulu. Jadi tetap jaga jarak," ujar Anwar Abbas, Wakil Ketua MUI, Minggu 24 Oktober 2021.

Baca Juga: Solar Langka, DPR: Pertamina jangan Hanya Kejar Untung

Menurutnya, jika memang dalam suatu wilayah masih terjadi pandemi Covid-19, sebaiknya salat berjamaah tetap dilakukan menyesuaikan jarak yang ditentukan untuk menghindari penularan virus.

Aturan itu menyesuaikan kebijakan yang disampaikan para ahli serta pimpinan wilayah mengenai kondisi daerahnya masing-masing. "Seandainya di daerah tersebut memang Covid-nya sudah melandai dan bahkan sudah tidak ada, ya wajiblah kita untuk merapatkan saf," pungkasnya.

Baca Juga: Soal Usulan Kenaikan Tunjangan Anggota DPRD, PKS Kab Bandung: Tak Perlu Gembar Gembor
 
Vaksinasi Covid-19 juga menjadi salah satu upaya menjaga kesehatan dan berikhtiar mencegah penularan Covid-19. Seperti halnya yang terjadi di Masjidil Haram.

Di Masjidil Haram, saf salat berjamaah dilakukan dengan rapat karena lebih dari separuh populasinya sudah divaksinasi. Meski sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19, namun para jemaah tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) menggunakan masker selama di dalam masjid.

Baca Juga: Jaringan 4G XL Axiata Jangkau Sebagian Besar Kecamatan di Kalimantan Barat

Para jemaah juga harus mengunduh aplikasi Tawakalna untuk mencatat mobilitas jemaah dan aplikasi Eatmarna untuk bisa masuk ke dalam Masjidil Haram.***

Editor: Bsafaat

Sumber: inilah.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelang Nataru, MenPAN-RB Larang ASN Cuti Akhir Tahun

Minggu, 28 November 2021 | 13:30 WIB
X