• Minggu, 5 Desember 2021

Buntut Pernyataan Yaqut Soal Kemenag Hadiah untuk NU, Zuhlas Beri Respons Menohok

- Senin, 25 Oktober 2021 | 10:14 WIB
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas). (instagram@zul.hasan)
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas). (instagram@zul.hasan)

INILAHKORAN, Bandung- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan angkat suara soal pernyataan Menag Yaqut Cholil Qoumas bahwa Kemenag merupakan hadiah untuk Nahdlatul Ulama (NU).

Yaqut bahkan menyebut wajar jika di dalam Kemenag banyak porsi untuk NU dan orang NU, misalnya Direktorat Jendral Pesantren. Menurut Zulhas pernyataan Yaqut ini tidak berdasar dan tidak bijaksana.

“Sebagai pembantu presiden, pikirannya harus pikiran kebangsaan, harus untuk bangsa, bukan golongan tertentu.” ujarnya dalam keterangan yang diterima Inilah.com, Senin 25 Oktober 2021.

Baca Juga: Baraya Tani Tagih Janji Kampanye Bupati Dadang Supriatna untuk Masyarakat Kertasari

Pernyataan kontroversial Yaqut terungkap saat membuka Webinar Internasional Santri Membangun Negeri yang digelar Rabithah Ma'ahid Islamiyah dan PBNU dalam rangka memperingati Hari Santri yang disiarkan secara langsung di Kanal YouTube TVNU pada 20 Oktober 2021 lalu.

“Kementerian agama itu hadiah negara untuk NU, bukan untuk umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU.” Kata Yaqut. Sontak pernyataannya ini menuai kontroversi dari bergai kalangan.

Menurut Zulhas, argumen Yaqut yang mengatakan bahwa sejarah pendirian Kemenag karena peran NU sebagai juru damai pasca pencoretan tujuh kata dalam Piagam Jakarta juga tidak beralasan.

Baca Juga: Pesawat Cargo Smart Air Kecelakaan di Bandara Aminggu Ilaga, Pilot Tewas

“Ini berbahaya, bisa memunculkan tafsir sejarah yang keliru. Karena banyak peran ulama lintas organisasi dan kelompok di sana. Apalagi mengatakan bahwa Kemenag merupakan hadiah negara untuk NU secara spesifik, bukan untuk umat Islam. Ini keliru. Perlu diluruskan.” Papar Zulhas.

Lebih lanjut, Zulhas memandang bahwa Kemenag itu merupakan instrumen negara untuk mengayomi dan memastikan kehidupan beragama di Indonesia berjalan baik.

“Bahkan kalau menyebut Kemenag didirikan untuk umat Islam saja itu keliru jika dilihat dari pikiran kebangsaan. Apalagi mengatakan bahwa Kemenag spesifik didirikan sebagai hadiah untuk NU.” Sambungnya.

Zulhas berharap semua pejabat negara memengedepankan pikiran kebangsaan dalam bertugas.

Baca Juga: Masih Ingat Polisi 'Smackdown' yang Banting Mahasiswa? Begini Kelanjutan Proses Hukumnya...

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pelaku Pamer Payudara Di YIA Ditangkap Di Bandung

Sabtu, 4 Desember 2021 | 18:46 WIB

Gunung Semeru Meletus, Warga Berlarian Panik

Sabtu, 4 Desember 2021 | 18:00 WIB
X