• Sabtu, 21 Mei 2022

Waspada La Nina Terjadi Akhir Tahun 2021, Ancam Sektor Pertanian dan Perikanan

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 09:29 WIB
BMKG Ingatkan Masyarakat Bahaya La Nina, Hujan Deras- Angin Kencang hingga Bencana Hidrometeorologi (Ilustrasi Antara)
BMKG Ingatkan Masyarakat Bahaya La Nina, Hujan Deras- Angin Kencang hingga Bencana Hidrometeorologi (Ilustrasi Antara)

INILAHKORAN, Bandung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan fenomena La Nina diperkirakan terjadi pada akhir tahun 2021.

Kepala Badan BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan La Nina dapat berdampak langsung pada sektor pertanian dan perikanan.

Dwikorita menyampaikan, pada sektor pertanian La Nina menyebabkan kondisi yang kurang menguntungkan misalnya kerusakan tanaman dan lahan akibat banjir yang muncul dari curah hujan yang tinggi.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez Pamer Foto USG di Instagram, Berharap Anak Kembar

"Pasca panen, curah hujan yang tinggi akan mengurangi kualitas hasil panen karena kadar air yang meningkat," ucap Dwikorita dikutip dari situs resmi BMKG, Jumat 29 Oktober 2021.

Sementara itu, pada sektor perikanan, Dwikorita menjelaskan bahwa La Nina dapat menyebabkan para nelayan harus lebih waspada saat melaut karena kondisi La Nina berpengaruh pada pasokan ikan yang dapat berkurang.

"Keselamatan nelayan menjadi prioritas utama melalui pemanfaatan informasi cuaca maritim yang terupdate," ujar dia.

Lebih jauh ia menuturkan, La Nina adalah fenomena mendinginnya suhu muka laut (SML) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur hingga melewati batas normalnya.

Kondisi tersebut bakal memengaruhi sirkulasi udara global yang menyebabkan, udara lembab mengalir lebih kuat dari Samudra Pasifik ke arah Indonesia.

Baca Juga: Terlalu Cinta Liverpool, Salah Bakal Tolak Tawaran 'Gila' Barcelona dan Real Madrid

Akibatnya, Indonesia banyak terbentuk awan dan diprediksi kondisi ini bisa meningkatkan curah hujan sebagian besar wilayah Tanah Air.

Saat ini BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini terhadap ancaman datangnya La Nina menjelang akhir tahun ini.

Berdasarkan monitoring terhadap perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, menunjukkan saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina. Yakni, -0.61 pada dasarian I Oktober 2021.

Baca Juga: Mantap! Pemuda 19 Tahun Ini Dirikan Bisnis Antarestar yang Omsetnya Kini Puluhan Juta...

Kondisi tersebut berpotensi untuk terus berkembang dan Indonesia harus segera bersiap menyambut La Nina yang diprakirakan berlangsung dengan intensitas lemah-sedang, setidaknya hingga Februari 2022.***(Firda Rachmawati)

 
 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kejagung Panggil Bos Alfamart, Ada Apa?

Jumat, 20 Mei 2022 | 16:49 WIB

Pemerintah Kembali Izinkan Ekspor Minyak Goreng

Kamis, 19 Mei 2022 | 20:30 WIB
X