• Senin, 24 Januari 2022

Dua Warga Negara Asing Harus Terima Ganjaran Dideportasi dari Bali, Ternyata Ini Prilaku Buruk Mereka

- Minggu, 31 Oktober 2021 | 21:30 WIB
Dua warga negara asing (WNA) asal Rusia dan Ukraina mendapat ganjaran setimpal dideportasi Kanwil Kemenkumham Bali karena terbukti memalsukan surat polymerase chain reaction (PCR) SARS COV-2.  (Antara)
Dua warga negara asing (WNA) asal Rusia dan Ukraina mendapat ganjaran setimpal dideportasi Kanwil Kemenkumham Bali karena terbukti memalsukan surat polymerase chain reaction (PCR) SARS COV-2. (Antara)

INILAHKORAN, Bali,- Ganjaran setimpal akhirnya diterima dua warga negara asing (WNA) atas tindakan buruk mereka di Bali.

Dua WNA yang masing-masing berinisial DA asal Rusia dan OM asal Ukraina ini dideportasi dari Pulau Bali karena tindakan fatal yang mereka lakukan.

Atas tindakan keduanya, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, Bali langsung mendeportasi DA dan OM. Usut punya usut ternyata DA dan OM terbukti memalsukan surat polymerase chain reaction (PCR) SARS COV-2.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Bekuk Persiraja Banda Aceh 2-0

"Dua WNA ini telah menjalani masa tahanan di Lapas Kelas IIB Karangasem selama delapan bulan, atas pelanggaran Pasal 268 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1, tentang secara bersama-sama dengan maksud menyesatkan penguasa umum memakai surat keterangan yang dipalsukan seolah-olah surat itu benar," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) Bali, Jamaruli Manihuruk di Denpasar, Minggu, 31 Oktober 2021

Jamaruli Manihuruk mengatakan, pada hari Jumat, 29 Oktober 2021 pukul 07.00 WITA, WNA tersebut telah diserahterimakan dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Karangasem ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja.

Setelah melalui pemeriksaan, kemudian dilanjutkan dengan pendentensian di Ruang Detensi Imigrasi Singaraja selama satu hari, tanggal 29 sampai dengan 30 Oktober 2021.

Baca Juga: Buah Kolaborasi, Capaian Vaksinasi Kota Bandung Terus Meroket

Lalu, pada Sabtu tanggal 30 Oktober 2021 pukul 21.05 WIB, kedua WNA tersebut dideportasi melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dengan penerbangan Turkish Airlines nomor penerbangan TK57 dengan tujuan akhir Moskow-Rusia dan Kharkiv-Ukraina.

Dia mengatakan pendeportasian itu dilakukan dikarenakan telah melakukan perbuatan pelanggaran keimigrasian sesuai dengan Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

"Keduanya juga telah melanggar prokes di masa pandemi COVID-19. Jadi dengan adanya pendeportasian ini menjadi bentuk penegakan hukum di wilayah keimigrasian," kata Jamaruli

Baca Juga: Menyibak Kasus Dugaan Korupsi di Perum Damri Bandung, Ini Modus Operandi Tersangka
Sebelumnya, pada 2 Maret 2021 lalu, keduanya datang dari Lombok, NTB, lalu diamankan setelah turun dari kapal feri di Pelabuhan Padangbai Karangasem, sekitar pukul 09.00 WITA,

Saat tiba di pos terpadu, keduanya menunjukkan surat keterangan hasil tes PCR SARS COV-2 yang diterbitkan Rumah Sakit Siloam Media Canggu Badung, Bali. Ketika petugas memeriksa dan menemukan kejanggalan antara waktu penerbitan dengan nomor registrasi surat keterangan tersebut.

Pada waktu yang sama petugas lalu menghubungi rumah sakit dan mendapat konfirmasi tidak pernah menerbitkan surat tersebut. Sehingga dari peristiwa pemalsuan surat PCR oleh dua WNA itu diproses lebih lanjut.***

Sumber : Antara

Halaman:

Editor: Ghiok Riswoto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gampang Marah? Baca Doa Ini Supaya Hati Tenang

Senin, 24 Januari 2022 | 21:33 WIB

Jadwal SIM Keliling Jakarta Senin 24 Januari 2022

Senin, 24 Januari 2022 | 07:42 WIB
X