• Kamis, 9 Desember 2021

Hari Guru Nasional 2021, Fraksi PKS Unggah Sindiran untuk Mendikbud Nadiem Makariem

- Kamis, 25 November 2021 | 17:29 WIB
Mendikbud Nadiem Makariem 'disindir' Fraksi PKS melalui unggahan grafis di Twitter bertepatan dengan Hari Guru Nasional 2021. (Dok InilahKoran)
Mendikbud Nadiem Makariem 'disindir' Fraksi PKS melalui unggahan grafis di Twitter bertepatan dengan Hari Guru Nasional 2021. (Dok InilahKoran)

INILAHKORAN, Bandung- Tepat pada Hari Guru Nasional 2021, akun Twitter @FPKSDPRRI mengunggah sebuah info grafis tentang sepak terjang dan kebijakan Menteri Mendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Info grafis yang diunggah Fraksi PKS itu tersebut merinci kebijakan-kebijakan Nadiem Makarim yang dipandang kontroversial sejak Juli 2020 hingga November 2021.

"Di Hari Guru izinkan berpesan kepada Mas Menteri Nadiem Makarim. Cukupkan segala bentuk kontroversi, perubahan dan terobosan bisa dilakukan tanpa harus menanggalkan Pancasila," tulis akun @FPKSDPRRI, Kamis, 25 November 2021.

Baca Juga: Tegas! Nadiem Makarim Bantah Permendikbudristek PPKS untuk Halalkan Seks Bebas

Akun tersebut pun meminta agar Nadiem Makarim fokus pada kesejahteraan guru dan tujuan utama pendidikan

"Fokus ke tujuan utama pendidikan, fokus sejahterakan Guru," sambungnya dalam cuitan tersebut.

Fraksi PKS memberi judul dalam info grafis tersebut "KEBIJAKAN  NADIEM YANG TAK PERNAH SEPI KONTROVERSI"

Adapun rincian Fraksi PKS terkait kebijakan Nadiem Makarim yang kontroversi tersebut antara lain:

Juli 2020: Mundurnya PGRI, NU, PP Muhammadiyah, dan Majelis Dikdasmen dari Program Organisasi Penggerak (POP).

Baca Juga: Viral Guru TK Curhat Sambil Menangis ke Nadiem Makarim, Dapat Gaji Rp 100 Ribu Per Bulan

September 2020: Hilangnya beberapa mata pelajaran dalam rencana penyederhanaan kurikulum TA 2021/2022.

Februari 2021: Menerbitkan SKB 3 Menteri. Melarang Pemda untuk menerbitkan peraturan yang mewajibkan ataupun melarang penggunaan atribut agama pada seragam sekolah negeri.

April 2021: Tidak adanya frasa "Agama" dalam Peta Jalan Pendidikan 2035.

Hilangnya Pancasila dan Bahasa Indonesia dalam mata kuliah wajib perguruan tinggi.

Baca Juga: Kampus Asing Pertama Hadir di Tanah Air, Ini Tanggapan Nadiem

Kamus sejarah Indonesia tidak memasukan nama beberapa tokoh nasional seperti KH. Hasyim Asyari.

September 2021: Pembubaran BSNP dan digantikan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan yang berada di bawah Kemendikbudristek.

November 2021: Permendikbud 30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Baca Juga: Nadiem: Prioritas Utama Kembalikan Anak Belajar Tatap Muka

Prinsip pencegahan dan penanganan kekerasan seksual tidak mencantumkan nilai moral, kesusilaan, dan ketakwaan.***(Yosep Saepul Ramdan)

 
 

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPR Ketok Palu Sahkan RUU Kejaksaan Jadi Undang-Undang

Selasa, 7 Desember 2021 | 16:45 WIB

Semeru Kembali Muntahkan Awan Panas

Selasa, 7 Desember 2021 | 11:21 WIB
X