• Senin, 24 Januari 2022

Varian Omicron Mengancam Indonesia, Pemerintah Ubah Kebijakan Karantina, Berlaku Malam Ini

- Minggu, 28 November 2021 | 20:14 WIB
Pemerintah Indonesia mengubah kebijakan karantina wilayah menyusul ancaman varian Omicron Covid-19. (InilahKoran/Antara)
Pemerintah Indonesia mengubah kebijakan karantina wilayah menyusul ancaman varian Omicron Covid-19. (InilahKoran/Antara)

INILAHKORAN, Bandung- Varian baru Covid-19 Omicron (B.1.1.529) mengancam Indonesia. Pemerintah pun langsung mengubah kebijakan karantina.

Varian Omicron Covid-19 kabarnya sudah masuk beberapa negara di Eropa, salah satunya Prancis. Banyak yang meyakini varian Omicron segera tiba di Indonesia.

Pemerintah pun mengubah kebijakan karantina bagi Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya 3 hari menjadi 7 hari guna mencegah importasi varian Omicron.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan khusus WNA yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir ke Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hong Kong akan dilarang masuk Indonesia.

Baca Juga: HUT PGRI ke-76, Pendidikan Karakter Jadi Tantangan di Tengah Pandemi Covid-19

"Untuk WNI yang pulang ke Indonesia dan memiliki riwayat perjalanan dari negara-negara pada poin A di atas (negara yang dilarang masuk) akan dikarantina selama 14 hari," katanya dalam konferensi pers mengenai respon pemerintah menghadapi varian Omicron, secara daring di Jakarta, Minggu 28 November 2021.

Ada pun waktu karantina bagi WNA dan WNI yang dari luar negeri di luar negara-negara yang dilarang akan menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari.

"Saya ulangi, pemerintah juga akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI yang dari luar negeri, di luar negara-negara yang masuk poin A (negara yang dilarang) menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari," tegas Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mengatakan kebijakan karantina tersebut akan diberlakukan mulai 29 November 2021 pukul 00.01.

Baca Juga: Kasus Naik, RS di Garut Kembali Rawat Pasien Covid-19

Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu menjelaskan daftar negara-negara yang dilarang tersebut bisa bertambah atau berkurang berdasarkan evaluasi secara berkala yang dilakukan oleh pemerintah.

Kementerian Kesehatan, lanjutnya, juga akan meningkatkan tindakan genomic sequencing, terutama dari kasus-kasus positif yang dari riwayat perjalanan ke luar negeri untuk mendeteksi varian Omicron itu.

"Kami perkirakan, dengan kerja sama internasional yang baik, butuh 1-2 minggu ke depan untuk kita bisa memahami lebih baik bagaimana efek dari varian Omicron ini terhadap vaksin dan antibodi yang terbentuk dari infeksi alamiah," ungkapnya.

Hal itu lantaran ada banyaknya mutasi terjadi pada area Receptor Binding Domain, bagian dari virus yang untuk mengikat sel yang akan diinfeksi, yang biasanya dijadikan sasaran bagi antibodi untuk mengenali virus Covid-19.

Baca Juga: Kapan Bandung Naik ke Level 1 Covid-19? Sekda Ema Sumarna Jawab Begini

"Sehingga, ketika terjadi mutasi pada bagian tersebut, muncul kekhawatiran bahwa varian omicron ini dapat mengurangi efektifitas vaksin yang ada," imbuhnya.

Luhut menegaskan, langkah-langkah pengetatan perbatasan dan kedatangan dari luar negeri diambil pemerintah sebagai langkah waspada untuk mencegah atau menghambat varian Omicron ini masuk ke Indonesia.

"Kebijakan-kebijakan ini dapat dievaluasi kembali ketika pemahaman kita terhadap varian Omicron ini bisa lebih baik melalui penelitian-penelitian yang ada saat ini," pungkasnya.***
 

Editor: Bsafaat

Sumber: Antaranews

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal SIM Keliling Jakarta Senin 24 Januari 2022

Senin, 24 Januari 2022 | 07:42 WIB

Jadwal SIM Keliling Jakarta 22 Januari 2022

Sabtu, 22 Januari 2022 | 07:46 WIB
X