Hillary Brigitta Minta Ajudan ke Dudung, Hendak Kawal Kasus Besar dan Kematian Misterius di Pesawat

Hillary Brigitta Lasut meminta ajudan kepada KSAD Dudung Abdurachman karena ingin mengusut kasus besar dan kematian misterius di pesawat.

Hillary Brigitta Minta Ajudan ke Dudung, Hendak Kawal Kasus Besar dan Kematian Misterius di Pesawat
Hillary Brigitta meminta ajudan ke KSAD Dudung Abdurachman karena hendak mengusut kasus besar dan misteri kematian di pesawat.

INILAHKORAN, Bandung- Hillary Brigitta Lasut meminta ajudan kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abduracham lantaran mengaku hendak mengawal kasus besar pada 2022.

Nama Hillary Brigitta Lasut jadi bahan pergunjingan publik di jagat maya usai menyurati Dudung Abdurachman yang isinya meminta ajudan dari TNI.

Hillary Brigitta Lasut lantas buka suara soal isi suratnya kepada Dudung melalui akun instagram, @hillarybrigitta.

Baca Juga: Biodata Hillary Brigitta, Anggota DPR RI yang Surati Dudung untuk Minta Ajudan TNI, Masih Single?

Dalam unggahannya Hillary Brigita Lasut mengawali dengan menceritakan ada sebuah kasus yang sebelumnya ditangani oleh pejabat yang juga kerabat dekatnya.

Namun belakangan, lanjut Hillary Brigita Lasut, kerabatnya tersebut meninggal misterius di pesawat.

"Ada satu kasus, satu2nya yang dari dulu banyak sekali dilaporkan, tapi belum berani saya angkat dan saya bantu, karena ayah saya tidak mengijinkan untuk ikut terlibat, karena saya belum cukup kuat," tulis Hillary.

Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta Jumat 3 Desember 2021: Rendy Berkhianat, Bantu Irvan Teror Mama Rossa?

Ketika itu, Hillary merasa wejangan sang ayah ada benarnya. Dia pun mengurungkan niatnya untuk mengekspose kasus kematian itu.

"Belum pernah saya tanggapi karena saya sadar ayah saya benar. Kerabat dekat kami, pejabat terakhir yang mengadvokasi kasus tersebut meninggal misterius di pesawat," tulis Hillary.

Lebih lanjut Hillary menerangkan, dia ingin meminta pengamanan untuk mengawal kembali kasus itu.

"Entah ada kaitannya atau tidak, saya tidak dapat restu keluarga. Karena masyarakat terus berdatangan, meminta tolong, saya berjanji pada ayah saya mau minta satu orang untuk pengamanan saya, agar ayah saya lebih tenang," terang Hillary.

Baca Juga: BLT UMKM Rp1,2 Juta Desember 2021 Cair, Ini Dokumen yang Harus Dibawa ke Bank

"Saya dan tim sudah persiapan untuk mulai mengadvokasi dan membantu masyarakat terkait hal ini, dan rencananya itu akan jadi fokus kami di 2022 sehingga tim mengusulkan meminta pengamanan TNI karena lebih tidak terkait dengan kasus ini," katanya.

Hillary mengklaim masyarakat Sulut yang melapor pasti paham dengan kasus yang ia maksud, kendati ia tak secara detail menyebutkan kasus apa.

Dalam unggahannya itu, Hillary juga meminta maaf apabila tindakannya meminta pengamanan dari TNI dinilai tidak etis.

Baca Juga: Jadwal Acara SCTV Hari ini Jumat, 3 Desember 2021, Jangan Lewatkan Dari Jendela SMP dan My Love My Enemy

"Masyarakat sulut yang melapor pada saya pasti tau, kasus apa yang saya bicarakan. Tetapi karena sepertinya tidak etis meminta pengamanan, saya harus mencari jalan lain. Kalau awal tahun depan kasus ini tidak dibantu bisa saja sudah terlambat. Mohon maaf kalau niatan saya ini dianggap tidak etis. Proses belajar," kata Hillary.***

 


Editor : inilahkoran