Program Kartu Prakerja Diperpanjang hingga 2022, Simak Cara Daftarnya dan Dapatkan Insentif Total Rp2,4 Juta

Program Kartu Prakerja diperpanjang hingga tahun 2022, simak cara daftarnya dan dapatkan insentif total Rp2,4 juta

Program Kartu Prakerja Diperpanjang hingga 2022, Simak Cara Daftarnya dan Dapatkan Insentif Total Rp2,4 Juta
Program Kartu Prakerja diperpanjang hingga 2022 simak cara daftar dan dapatkan insentif total Rp2,4 juta

INILAHKORAN, Bandung - Program Kartu Prakerja diperpanjang hingga tahun 2022 dengan total insentif Rp2,4 juta. Berikut cara daftar program Kartu Prakerja tahun 2022.

Bagi yang ingin menjadi peserta penerima program Kartu Prakerja tahun 2022, sebaiknya membuat akun Kartu Prakerja terlebih dahulu.

Dalam artikel ini akan dijelaskan cara daftar akun Kartu Prakerja, sehingga apabila gelombang terbaru di tahun 2022 sudah dibuka, para pendaftar tinggal klik gabung pada gelombang yang dibuka.

Baca Juga: Realisasikan Anggaran DBHCHT, Ini Sektor yang Mendapat Alokasi Dana Tembakau di Kabupaten Bandung

Kunjungi situs resmi kami di www.prakerja.go.id untuk membuat akun dan mengikuti seleksi Kartu Prakerja.
ㅤㅤ
Bagi yang akunnya sudah terverifikasi, lanjutkan dengan proses berikut:ㅤㅤ
1. Buka www.prakerja.go.id pada browser handphone atau komputer.
2. Siapkan nomor Kartu Keluarga serta NIK kamu.
3. Masukkan data diri dan ikuti petunjuk pada layar.
4. Siapkan kertas dan alat tulis untuk mengikuti Tes Motivasi dan Kemampuan Dasar secara online.
5. Klik “Gabung” pada Gelombang yang sedang dibuka.
6. Nantikan pengumuman peserta yang lolos seleksi Gelombang di dashboard.

Pembukaan gelombang akan berlangsung beberapa hari, jadi tidak perlu buru-buru. Isi data diri dengan benar.

Baca Juga: BLT UMKM Rp1,2 Juta Desember 2021 Cair, Ini Dokumen yang Harus Dibawa ke Bank

Proses seleksi tidak berdasarkan siapa yang mendaftar pertama.

Sebelumnya diberitakan pemerintah memastikan akan kembali melanjutkan program Kartu Prakerja tahun 2022.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyampaikan, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp11 triliun atau 4,3% dari anggaran perlindungan sosial tahun 2022 untuk program Kartu Prakerja tahun 2022.

Program Kartu Prakerja dinilai bisa menjadi pondasi meraih kesempatan kerja yang lebih luas.

Pasalnya kata Febrio, Kartu Prakerja tahun 2022 merupakan inisiatif strategis Pemerintah dan penanganan Covid-19 yang menawarkan skill development.

Hal tersebut dijelaskan Febrio dalam Webinar bersama KataData “Diseminasi Hasil Studi Evaluasi Dampak Program Kartu Prakerja”, Rabu 01 Desember 2021 lalu.

Baca Juga: Siap-siap Daftar! Pemerintah Perpanjang Program Kartu Prakerja Tahun 2022

“Seringkali para pekerja kesulitan mendapatkan pekerjaan dikarenakan kompetensi yang diperoleh dari lembaga pendidikan belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Untuk menjembatani ini Pemerintah berupaya memberikan keterampilan bagi Angkatan kerja kita sehingga labor market akan menjadi lebih sehat dan lebih fleksibel,” ungkap Febrio.

Febrio berharap penerima bantuan program Kartu Prakerja tahun 2022 dapat memenuhi minimal satu dari skilling atau penambahan kemampuan, upskilling atau peningkatan kemampuan, dan reskilling atau penggantian kemampuan.

“Melalui Program Kartu Prakerja diharapkan kompetensi baik para pencari kerja baru, pencari kerja yang alih profesi atau korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat mengisi kebutuhan dunia kerja sehingga masalah pengangguran Indonesia dapat lebih diatasi,” jelas Febrio.

Lebih lanjut Febrio menerangkan secara keseluruhan penerima Kartu Prakerja pada tahun 2021 mencapai 12 juta orang.

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP) terhadap 7,2 juta responden penerima manfaat sebanyak 85% responden tidak atau belum mengikuti pelatihan, 52% responden tinggal di pedesaan, 49% berjenis kelamin perempuan, dan 3,6% diantaranya penyandang disabilitas.

“Atas capaian yang sudah diperoleh oleh Program Kartu Prakerja ini kiranya tetap dilakukan upaya perbaikan berkelanjutan dengan meningkatkan tata kelola program secara semakin transparan dan akuntabel dari sisi pengadaan barang jasa pemerintah termasuk verifikasi atas lembaga pelatihan yang diusulkan oleh mitra platform digital. Selanjutnya, efisiensi program kartu pra kerja di era digital juga diikuti dengan modul pelatihan yang semakin variatif untuk memenuhi kebutuhan peserta di sektor formal maupun sektor informal yang paling terdampak akibat pandemi,” tutup Febrio.***(Rinda Suherlina)


Editor : inilahkoran