Posisi Terkuat Ridwan Kamil 2024, Survei Membuktikan: Cawapres!

Ridwan Kamil digadang-gadang sebagai kandidat potensial untuk maju di Pilpres 2024. Bagaimana data dari hasil survei?

Posisi Terkuat Ridwan Kamil 2024, Survei Membuktikan: Cawapres!
Ridwan Kamil dianggap salah satu calon potensial untuk maju di Pilpres 2024.

INILAHKORAN, Bandung- Ridwan Kamil digadang-gadang sebagai salah satu kandidat potensial di Pilpres 2024. Bagaimana hitung-hitungan peluangnya?

Meski masih belum gabung Partai Politik (Parpol), Ridwan Kamil selalu disebut sebagai kandidat kuat calon presiden di Pilpres 2024.

Ridwan Kamil bahkan sudah mendapatkan dukungan dari beberapa elemen masyarakat agar maju di Pilpres 2024.

Di manakah posisi terkuat Gubernur Jabar itu jika tampil di kontestasi Pemilihan Presiden 2024 mendatang? Survei membuktikan: calon wakil presiden (cawapres).

Baca Juga: Apindo Jabar Dukung Ridwan Kamil Tetapkan UMK 2022

Dalam hasil survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia, Ridwan Kamil hanya “kalah” dari Sandiaga Uno.

Dia menjadi kandidat cawapres terkuat kedua jika Pilpres digelar saat survei berlangsung.

Dari simulasi 12 nama cawapres, Ridwan Kamil memiliki elektabilitas 13,2%. Elektabilitasnya sebagai cawapres tertinggal cukup jauh dibanding Sandiaga yang memiliki 30,6%.

Adapun di belakang keduanya secara berturut-turut ada Erick Thohir (10,2%), Agus Harimurti Yudhoyono (9,3%), Khofifah Indar Parawansa (6,0%), Puan Maharani (4,4%), Airlangga Hartarto (3,8%), Mahfud MD (2,3%), Muhaimin Iskandar (0,9%), Bambang Soesatyo (0,6%), Zulkifli Hasan (0,4%), dan Ahmad Syaikhu (0,3%).

Baca Juga: Sowan ke Gus Miftah, Ridwan Kamil Konsultasi Pesantren Lansia di Jabar

Posisi Sandiaga tak tergoyahkan antara lain karena pernah mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2019.

“Sandi itu sebagai cawapres paling tinggi di mata publik,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.

Tetapi, Ridwan Kamil juga tetap berpeluang maju pada jalur calon presiden. Sebab, posisinya masih berada di 4 besar capres impian.

Burhan menyampaikan dalam survei ini lembaganya melakukan sejumlah simulasi terhadap sejumlah nama calon yang digadang-gadang maju dalam Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga: Ridwan Kamil: Program JFLS Dorong Indonesia Jadi Negara Adidaya 2045

Dia menyebut nama Prabowo selalu unggul di setiap simulasi yang dilakukan.

“Jadi kami belum menemukan kata bahwa Pak Prabowo ada di bawah nama Ganjar atau Anies,” katanya.

Dari simulasi 10 nama, elektabilitas Prabowo sebesar 26,9%, disusul Ganjar Pranowo 23,2%, Anies Baswedan 16,7%, Ridwan Kamil 6,2%, Sandiaga Salahuddin Uno 5,2%, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,6%, Khofifah Indarparawansa 3,1%, Erick Thohir 2,3%, Puan Maharani 1,1%, dan Airlangga Hartarto 0,5%.

Hal serupa juga terjadi pada hasil survei Polmatrix Indonesia. Ridwan Kamil tetap berada di posisi 4 besar, di belakang Prabowo, Ganjar, dan Anies.

Baca Juga: Sowan ke Gus Miftah, Ridwan Kamil Konsultasi Pesantren Lansia di Jabar

Hasil survei Polmatrix menunjukkan Prabowo memperoleh angka elektabilitas tertinggi 19,5% diikuti oleh Ganjar 19,2%.

“Prabowo dan Ganjar muncul sebagai dua capres (calon presiden) terkuat. Prabowo kembali unggul,” kata Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto di Jakarta, Minggu.

Ia menyampaikan hasil survei yang melibatkan 2.000 responden memperlihatkan dukungan untuk Prabowo cenderung stabil, sementara tingkat elektabilitas atau keterpilihan Ganjar terus naik tiap waktunya.

Dendik menilai adanya dua nama itu berpeluang membentuk adanya dua poros kekuatan politik pada Pemilu 2024.

Baca Juga: Pesan Ridwan Kamil ke Content Creator: Berpikir Kreatif dan Jaga Etika

Walaupun demikian, Ganjar perlu mendapat dukungan penuh dari partai politik jika ingin mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilu 2024.

Menurut dia, Ganjar dinilai masih berebut dukungan dengan tokoh-tokoh lain di PDIP, utamanya Puan Maharani.

Di samping Prabowo dan Ganjar, hasil survei Polmatrix Indonesia menunjukkan nama-nama lain, yaitu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (10,6%), Gubernur Jawa Barat (10,1%), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (7,5%).

Menurut Dendik, tiga nama itu berpeluang membentuk poros politik ketiga.
Tetapi, hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang dirilis sehari sebelumnya menunjukkan kecenderungan berbeda.

Baca Juga: Ridwan Kamil Paparkan Cara Jabar Pangkas Ketimpangan Wilayah Selatan dan Utara

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah Putra mengungkapkan survei disajikan kepada responden terhadap ketua umum parpol yang mengikuti Pemilu pada 2009 lalu.

Menurut Dedi, dari hasil survei tersebut, setidaknya ada beberapa nama ketua umum parpol yang muncul. Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, dan Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas).

“Kelompok kedua, keterpilihan ketum parpol seandainya dilaksanakan pilpres dan calon para ketum parpol yang ikuti Pemilu 2009 posisi teratas Prabowo 12,4%, AHY, 11,7%, Megawati 7,2% dan Zulkifli Hasan 3,6%,” kata Dedi.

Tetapi, ketika disajikan 30 nama tokoh populer kepada masyarakat, responden mengerucut lima nama yang memiliki tingkat elektabilitas tertinggi.

Baca Juga: Dewan Pakar NasDem : Dukungan Konstituen Ridwan Kamil Untuk 2024 Kuat

Mereka adalah Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menhan Prabowo Subianto.

“Kelompok ketiga, mulai berubah. Anies dengan 21,3%, Sandiaga 13,8%, Ganjar 11,6%, AHY 10,2% dan Prabowo 8,4%,” ujar Dedi.

Sosok lainnya yang masuk adalah Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dengan 7,6% lalu Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.***


Editor : inilahkoran