• Jumat, 21 Januari 2022

Ini Dia Proyek Gemuk Penajam Paser Utara yang Diduga Jerumuskan Abdul Gafur Mas'ud

- Jumat, 14 Januari 2022 | 11:21 WIB
Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud (AGM) ditetapkan tersangka bersama lima nama lainnya oleh KPK, Kamis 13 Januari 2022.  (RENO ESNIR)
Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud (AGM) ditetapkan tersangka bersama lima nama lainnya oleh KPK, Kamis 13 Januari 2022. (RENO ESNIR)

INILAHKORAN, Jakarta – Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud, diduga tergelincir karena sejumlah proyek gemuk di wilayahnya. Proyek apa saja?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan Abdul Gafur Mas’ud sebagai tersangka kasus korupsi penerimaan suap. Selain dia, tiga pejabat Penajam Paser Utara lainnya, seorang kader DPC Partai Demokrat Balikpapan, dan seorang pihak swasta bernasib serupa.

KPK menjelaskan konstruksi perkara yang menjerat Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud beserta lima orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap.

Lima tersangka lainnya, yaitu Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara Mulyadi (MI), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara Edi Hasmoro (EH), Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara Jusman (JM), Nur Afifah Balqis (NAB) dari pihak swasta/Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, dan Achmad Zuhdi alias Yudi (AZ) dari pihak swasta.

Baca Juga: Ini Daftar Pejabat Penting Penajam Paser Utara yang Terseret Kasus Dugaan Suap Bupati Abdul Gafur Mas'ud

Mereka ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan suap terkait dengan kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tahun 2021-2022.

"Pada tahun 2021, Kabupaten Penajam Paser Utara mengagendakan beberapa proyek pekerjaan yang ada pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara," ucap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/1) malam.

Adapun nilai kontraknya sekitar Rp112 miliar antara lain untuk proyek "multiyears" peningkatan Jalan Sotek-Bukit Subur dengan nilai kontrak Rp58 miliar dan pembangunan gedung perpustakaan dengan nilai kontrak Rp9,9 miliar.

Baca Juga: Pejabat yang Diamankan di PPU dalam OTT Bupati Abdul Gafur Mas'ud Segera Diterbangkan ke Jakarta

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Tangkap Semua Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI

Kamis, 20 Januari 2022 | 19:59 WIB

Komedian Fico Fachriza Sudah Ajukan Rehabilitasi

Kamis, 20 Januari 2022 | 18:36 WIB
X