Bupatinya Ditahan KPK, IKN Baru Sepaku Penajam Paser Utara Banjir Lagi, Ketinggian Air Hingga 1,5 Meter

Di tengah persoalan hukum Bupati Abdul Gafur Mas’ud, warganya di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, kebanjiran.

Bupatinya Ditahan KPK, IKN Baru Sepaku Penajam Paser Utara Banjir Lagi, Ketinggian Air Hingga 1,5 Meter
Bajir kembali terjadi di Kecamatan Sepaku, IKN baru. Kali ini terjadi di Kelurahan Pemaluan.

INILAHKORAN, Penajam – Di tengah persoalan hukum yang mendera Bupati Abdul Gafur Mas’ud, warganya di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, kebanjiran.

Kecamatan Sepaku sendiri adalah bagian dari rencana ibu kota negara (IKN) baru di wilayah Penajam Paser Utara. Dalam sepekan terakhir, terbukti sejumlah wilayahnya mengalami kebanjiran.

Dalam laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara, banjir yang melanda Kelurahan Pemaluan di Kecamatan Sepaku, terjadi mulai sekitar pukul 05.00 Wita, Jumat, 14 Januari 2022.

Banjir setidaknya melanda empat rukun tetangga (RT) di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku. Terdiri dari RT 01, 02, 04, dan 05.

Baca Juga: Terbukti...IKN Baru Tak Bebas Banjir, Air Meluap Rendam Rumah Warga di Sepaku Penajam Paser Utara

Kemungkinan terjadinya banjir sejatinya sudah diingatkan melalui prakiraan cuaca yang dilansir Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sehari sebelumnya. Sedikitnya dua kali BMKG mengingatkan baal terjadi hujan sedang hingga lebat, disertai angin kencang.

Hujan sudah mulai turun di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, pada Kamis sekitar pukul 15.00 Wita. Hujan berlangsung cukup lama, hingga pukul 19.30 Wita.

Akibatnya, air sungai meluap dan berdampak pada tingginya permukaan air. Tak pelak, air mulai masuk ke halaman rumah warga yang berada di wilayah rendah dan dekat pinggiran aliran sungai. Beberapa rumah warga bahkan mulai dimasuki air.

Baca Juga: Lagi dan Lagi, Daerah Seputaran IKN Baru di Penajam Paser Utara, Disapu Banjir

Dalam laporannya, BPBD Penajam Paser Utara menyatakan ketinggian air tertinggi mencapai 1,5 meter di halaman rumah warga. Hal ini terjadi di RT 01, 02, dan 05. Di dalam rumah, air sudah masuk dengan ketinggian mencapai setengah meter.

Tidak terlalu banyak rumah yang terdampak akibat banjir ini. Hanya tujuh rumah, yakni lima rumah di RT 02 dan dua lainnya di RT 05.

Dalam perkembangannya, pada pagi menjelang siang, kondisi permukaan air mulai turun perlahan.***


Editor : inilahkoran