• Jumat, 27 Mei 2022

Dulu, Jokowi Bilang 9 UU Direvisi Terkait IKN, Faktanya? Lebih dari 60 UU

- Selasa, 25 Januari 2022 | 12:34 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (antara)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (antara)

INILAHKORAN, Jakarta - Dulu, Presiden Joko Widodo menyatakan ada sembilan UU yang harus direvisi terkait kepindahan ibu kota negara (IKN). Faktanya? "Lebih dari 60 UU," kata Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

Ahmad Riza Patria mengatakan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan mengubah lebih dari 60 regulasi perundang-undangan di Tanah Air.

"Lebih dari 60 undang-undang itu perlu dilakukan revisi karena UU yang 63 lebih itu menyangkut Ibu Kota," ujar Ahmad Riza Patria saat menghadiri acara pelantikan Ketua RT/RW di Kelurahan Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara, Senin malam.

Riza mencontohkan Undang-Undang Partai Politik (Parpol) nantinya bisa diputuskan untuk direvisi apabila Ibu Kota Negara berpindah. Sebab, dalam UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik menyebutkan domisili Ibu Kota adalah Jakarta.

Baca Juga: Ridwan Kamil Cocok Pimpin IKN? Begini Pandangan Ahli Perencanaan Kota Bernadus Djonoputro

Selain itu, katanya, ada banyak lagi UU yang perlu dilakukan perubahan. Berbagai peraturan perundang-undangan, baik yang bersifat organik maupun sektoral yang harus diperbarui sepanjang berkaitan dengan status badan dan lembaga terkait Ibu Kota Negara.

Namun, menurut Riza, perubahan regulasi perundang-undangan Republik Indonesia karena Ibu Kota Negara mau dipindah ke Kalimantan Timur, tidak akan memundurkan realisasi rencana pemindahan tersebut.

"Bisa saja sekitar tahun 2023-2024, realisasinya sudah terlihat secara bertahap," kata Riza.

Baca Juga: Bupatinya Ditahan KPK, IKN Baru Sepaku Penajam Paser Utara Banjir Lagi, Ketinggian Air Hingga 1,5 Meter

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X