Pelapor Arteria Sebut Penyidik Terlalu Cepat Hentikan Kasus

Poros Nusantara sebagai pelapor Arteria Dahlan atas kasus dugaan ujaran kebencian, menyebut penyidik terlalu terburu-buru menghentikan kasus

Pelapor Arteria Sebut Penyidik Terlalu Cepat Hentikan Kasus
Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan.

INILAHKORAN, Bandung - Poros Nusantara sebagai pelapor Arteria Dahlan atas kasus dugaan ujaran kebencian, menyebut penyidik terlalu terburu-buru menghentikan kasus yang dilaporkannya. Kasus Arteria dihentikan usai penyidik Polda Metro Jaya tidak menemukan unsur pidana pada tindakan Arteria.

"Kami pikir apa yang dilakukan (penyidik) terlalu buru-buru, karena ini belum ada klarifikasi secara utuh dan juga sudah kami menggunakan hak konstitusi," kata Kuasa hukum Poros Nusantara Suzana Febriati Suzana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa 8 Februari 2022.

Kemudian terkait narasi yang menyebut semestinya kasus Arteria Dahlan dilaporkan ke ditangani Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), kata Suzana, hal itu merupakan ranah yang berbeda. Sementara, pihaknya melaporkan Arteria untuk mencari keadilan, jadi harusnya fokus untuk membuktikan unsur tindak pidana.

Baca Juga: Penuhi Panggilan Penyidik, Poros Nusantara Pertanyakan Pasal Diskriminasi di Kasus Arteria Dahlan

"Adapun hak imunitas atau MKD adalah ranah yang berbeda, kami adalah pencari keadilan untuk memastikan pelaporan hukum yang kami laporkan," terang Suzana.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengebut Arteria mempunyai hak imunitas sebagai anggota DPR RI. Terkait hak imunitas itu sudah sesuai dengan Undang-Undang MD3 Pasal 224 UU 17 tahun 2014. sehingga tidak dapat dituntut di depan pengadilan.

"Yang bersangkutan juga memiliki hak imunitas sehingga tidak dapat dipidanakan pada saat yang bersangkutan mengungkapkan pendapatnya pada saat atau dalam forum rapat resmi yang dilakukan seperti yang terjadi dalam persoalan ini," Zulpan menjelaskan.

Sebelumnya, politikus PDI Perjuangan itu resmi dilaporan sejumlah komunitas adat kesundaan ke Polda Jabar, Kamis 20 Januari 2022 lalu. Namun kemudian kasus ini dilimpahkan ke Polda Metro Jaya untuk ditindaklanjuti.***


Editor : inilahkoran