Begini Jawaban Kemenkes Usai Aplikasi PeduliLindungi Disebut Langgar HAM

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjawab tuduhan Amerika Serikat yang menyebut aplikasi PeduliLindungi melanggar HAM.

Begini Jawaban Kemenkes Usai Aplikasi PeduliLindungi Disebut Langgar HAM
Ilustrasi PeduliLindungi.

INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini muncul sebuah laporan dari Amerika Serikat yang menyebut bahwa aplikasi PeduliLindungi telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Menjawab soal itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya buka suara.

Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyampaikan tuduhan yang dilaporkan AS itu dinilai tidak berdasar.

Baca Juga: Dua Pencuri Bersenjata Api Satroni Swalayan di Kabupaten Bekasi

"Tuduhan aplikasi ini tidak berguna dan juga melanggar hak asasi manusia (HAM) adalah sesuatu yang tidak mendasar," ujar Nadia dikutip Inilahkoran dari situs Sehat Negeriku Kemenkes, Sabtu 16 April 2022.

Nadia berpendapat, laporan AS tersebut tidak menuduh PeduliLindungi melanggar HAM.

Dia berharap tidak ada pihak yang menyimpulkan telah terjadi pelanggaran HAM pada penggunaan PeduliLindungi.

Baca Juga: Lirik Lagu​ Talking to The Moon – Bruno Mars

"Marilah kita secara seksama membaca laporan asli dari US State Department. Kami memohon agar para pihak berhenti memelintir seolah-olah laporan tersebut menyimpulkan adanya pelanggaran," jelasnya.

Nadia menjelaskan, PeduliLindungi telah berkontribusi pada penanganan pandemi Covid-19. Dia mengklaim rendahnya penyebaran kasus di Indonesia tak lepas dari penggunaan aplikasi itu.

"PeduliLindungi turut berkontribusi pada rendahnya penularan Covid-19 di Indonesia dibanding negara tetangga, dan bahkan negara maju. Aplikasi ini memiliki peran besar dalam menekan laju penularan saat kita mengalami gelombang Delta dan Omicron," terangnya.***


Editor : inilahkoran