• Selasa, 5 Juli 2022

Ratna Sarumpaet Ceritakan Alasan Sebarkan Berita Bohong Soal Wajahnya yang Dianiaya hingga Babak Belur

- Senin, 18 April 2022 | 13:14 WIB
Ratna Sarumpaet ceritakan alasan dirinya berbohong Istimewa
Ratna Sarumpaet ceritakan alasan dirinya berbohong Istimewa



INILAHKORAN, Bandung - Kasus tentang penyebaran berita bohong yang diungkapkan oleh Ratna Sarumpaet sempat menghebohkan publik.

Kala itu, Ratna Sarumpaet mengatakan bahwa dirinya menjadi korban penganiayaan hingga wajahnya babak belur pada 21 September 2019 usai menghadiri sebuah acara di Bandung.

Usai ramai menjadi sorotan publik, pada 3 Oktober 2018 Ratna Sarumpaet pun mengklarifikasi bahwa lebam di wajahnya bukan karena dianiaya melainkan hasil operasi plastik.

Baca Juga: Yana Mulyana Dilantik Jadi Wali Kota, Pengamat: Persoalan Banjir Belum Tuntas

Akibat informasi atau berita bohong yang disebarkannya, Ratna Sarumpaet ditangkap di Bandara Soekarno Hatta 4 Oktober 2018 saat hendak terbang ke Chile.

Setelah itu, Ratna Sarumpaet divonis dua tahun penjara. Namun, Ratna hanya mendekam di penjara selama 15 bulan saja.

Beberapa tahun berlalu Ratna pun kembali meceritakan alasan dirinya pada saat itu menyebarkan berita bohong soal penganiayaan.

Ratna mengaku awalnya hanya menceritakan kondisi wajahnya yang lebam itu karena dipukuli orang tak dikenal.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta 18 April 2022: Amar Manfaatkan Kecelakaan Al untuk Menangkan Hak Asuh Reyna

"Saya bohongnya kepada anak, itu juga saya nggak mengerti kenapa saya harus bohong sama anak saya bukan anak saya yang bayar operasi saya gitu," ujar Ratna Sarumpaet, dikutip Inilahkoran dari YouTube Deddy Corbuzier, Senin 18 April 2022.

"Jadi memang gak tau, awalnya tidak mau anak-anak tahu bahwa itu operasi sampai akhirnya digulingkan ke politik." sambungnya.

Menurut wanita kelahiran Tapanuli 1949 itu, kondisinya yang babak belur membuat ia menjadi sasaran empuk politik.

"Karena mungkin ya, saya minta maaf kalau bukan, karena mungkin ini empuk untuk politik, kan seorang perempuan sudah uzur digebukin," jelasnya.

Ratna merasa bahwa saat itu dirinya telah bercerita kepada orang yang salah sehingga tejadi huru hara politik.

"Karena orang yang saya ajak bicara itu kan orang politik jadi dia mungkin menganggap dan percaya apa yang saya ucapkan itu benar padahal saya bohong," ungkap Ratna.

"Ngomong sama Atikah gak masalah, tapi karena aku bicara pada orang yang ada kaitannya dengan politik jadi terseret ke politik karena itu menurut saya menarik sekali untuk politik," lanjutnya.


Baca Juga: Bahar bin Smith Didakwa Menyebarkan Berita Bohong, Ini Isi Dakwaan Jaksa
Berita bohong tentang ia pun tersebar luas. Namun, ia mengaku saat itu tak bisa berbuat banyak.

"Saya gak tahu, saya kaya berjalan begitu saja.
ya itulah yang saya gak tau, kaya ngikut aja gitu, mungkin setelah saya bertemu dengan dia dan bicara begitu mungkin dia juga sudah sebarkan kemana mana udah jadi rame," jelasnya.

Selain itu, Ratna juga menceritakan saat dirinya dijemput untuk pergi ke rumah Prabowo Subianto yang kala itu menjadi Capres nomor 2.

"Titik yang bener bener aku sadar adalah pada saat ada rencana jumpa pers, terus saya langsung bilang saya ga ikut," ucapnya.

Ratna berpendapat kehadirannya dalam jumpa pers bersama orang-orang politik akan menimbulkan masalah.

"Ini akan melebar kemana mana dan ini akan menjadi bahaya untuk proses pilpres kita, jadi aku langsung pamit saya ga ikut jumpa pers," katanya.***

Editor: Firda Rachmawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Umur 76 Tahun, Polri Dinilai Lebih Humanis

Senin, 4 Juli 2022 | 13:53 WIB
X