Kasus Dugaan Suap Bupati Bogor Ade Yasin, KPK Akan Periksa 6 Saksi

nam orang saksi dijadwalkan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap Bupati Bogor Ade Yasin.

Kasus Dugaan Suap Bupati Bogor Ade Yasin, KPK Akan Periksa 6 Saksi
Kasus Dugaan Suap Bupati Bogor Ade Yasin, KPK Akan Periksa 6 Saksi

INILAH KORAN, Bandung – Enam orang saksi dijadwalkan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap Bupati Bogor Ade Yasin.

KPK akan memeriksa enam orang saksi yang merupakan pegawai Pemkab Bogor.

Keenam saksi tersebut di antaranya, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Bogor Andri Hadian.

Baca Juga: Persib Promosikan Kiper Bandung United Satrio Azhar Aisy Santoso Masuk Tim

Kemudian, Subkoordinator Pelaporan Dinas BPKAD Hanny Lesmanawaty, Kasubbag Penatausahaan Keuangan Setda Kabupaten Bogor Tahun 2019-sekarang Ruli Fathurahman

Selanjutnya, PNS/Kasi Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Desirwan, Kepala BPKAD Kabupaten Bogor Teuku Mulya, dan Inspektur/mantan Kepala BPKAD 2019-2021 Ade Jaya.

"Hari ini, pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2021 untuk tersangka AY," ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dikutip dari PMJ News, Jumat, 13 Mei 2022.

Baca Juga: Tinjau Aset di Tengah Kota Bandung, Ema Sumarna: Kita Minta Percepatan Segera Diproses Pihak Ketiga

KPK sebelumnya telah menetapkan delapan tersangka terkait kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor Tahun Anggaran 2021.

Sebagai pemberi di antaranya Bupati Ade Yasin (AY), Sekretaris Dinas Kabupaten Bogor Maulana Adam (MA), Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah (IA), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik (RT).

Sedangkan empat tersangka penerima suap antara lain pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat Anthon Merdiansyah (ATM), Arko Mulawan (AM), Hendra Nur Rahmatullah Karwita (HNRK), dan Gerri Ginajar Trie Rahmatullah (GGTR).***


Editor : inilahkoran