• Senin, 4 Juli 2022

Empat Kementerian Dukung Penguatan UMKM Perempuan dan Implementasi Kesetaraan Gender

- Minggu, 22 Mei 2022 | 15:43 WIB
Dalam pertemuan G20 EMPOWER di Yogyakarta, empat kementerian dukung penguatan UMKM perempuan dan implementasi kesetaraan gender. (Istimewa)
Dalam pertemuan G20 EMPOWER di Yogyakarta, empat kementerian dukung penguatan UMKM perempuan dan implementasi kesetaraan gender. (Istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Upaya peningkatan kemampuan UMKM dan penerapan kesetaraan gender mendapatkan dukungan dari empat kementerian.

Dalam pertemuan G20 EMPOWER di Yogyakarta, Rabu 18 Mei 2022, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Menteri BUMN sepakat kontribusi UMKM pada perekonomi negara selama pandemi dan masa pemulihan pasca pandemi sangat besar.

Keempat kementerian itu mereka berkomitmen untuk mendukung penguatan UMKM melalui berbagai program di masing-masing kementerian.

Menteri PPPA Bintang Puspayoga menyatakan UMKM terbukti dapat memberikan kontribusi hingga 40% dari pendapatan nasional di negara berkembang dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Baca Juga: Pacu Adrenalin, Rainbow Slide Wahana Menangtang dari Floating Market

"Data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa UMKM mewakili sekitar 90% bisnis dan lebih dari 50% lapangan kerja di seluruh dunia. Pengembangan UMKM merupakan prioritas tinggi bagi banyak negara di seluruh dunia karena mereka dapat berkontribusi hingga 40% dari pendapatan nasional di negara berkembang. Perempuan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah juga memiliki porsi usaha kecil yang relatif lebih besar dibandingkan dengan perusahaan besar. Banyak dari mereka menjalankan bisnis sehari-hari dan bekerja sendiri," jelasnya.

Menurutnya, UMKM yang dikelola perempuan paling terkena dampak pandemi Covid-19. Mengutip data McKinsey (2020), secara global, berdasarkan analisis beberapa survei usaha kecil menunjukkan bahwa sebelum memperhitungkan intervensi, 1,4 juta hingga 2,1 juta UMKM dapat tutup secara permanen pada empat bulan pertama pandemi.

Di Indonesia, kaum perempuan memiliki dan menjalankan sekitar 50% dari sekitar 65,4 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh negeri. Namun survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik pada tahun 2020 menemukan bahwa dua pertiga pemilik UMKM mengalami penurunan pendapatan karena pandemi. Lebih dari 45% UMKM terlibat hutang dan harus berjuang membayar tagihan.

Baca Juga: Melalui Seminar Parentthink dan Childrenthink, Mahasiswa ITB Gelar Edukasi Orangtua dan Anak

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X