Heboh Pernikahan Pasangan Remaja Siswa SMP di Wajo, MUI Angkat Bicara

- Selasa, 24 Mei 2022 | 20:48 WIB
Pernikahan boacah SMP di Wajo Sulsel viral, disebut pernikahan termuda di Sulsel (dok/istimewa)
Pernikahan boacah SMP di Wajo Sulsel viral, disebut pernikahan termuda di Sulsel (dok/istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Pernikahan bawah umur di Kabupaten Wajo menghebohkan jagat media sosial Sulsel. Alasan pernikahan dini dua sejoli dari daerah Palannae itu perjodohan dan menghindari malu. Bagaimana tanggapan MUI?

Sekretaris Umum MUI Sulsel Muammar Bakry yang juga dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin, mmengatakan dalam fikih Islam, tidak ada pembatasan minimal umur untuk melangsungkan pernikahan.

Data sejarah sejumlah Hadis bahwa Aisyah radiyallohhu anha dinikahi oleh Nabi di umur enam tahun dan hidup berumah tangga di umur sembilan tahun.

Baca Juga: Pekan Ini! MUI Bkal Putuskan Fatwa Hewan Qurban Terpapar PMK

Alasan pernikahan untuk mencegah pergaulan bebas antar anak sangatlah mulia. Apalagi jika sudah terjalin hubungan cinta, dan dua belah pihak antaranak dan antarkeluarga telah bersepakat itu akan lebih baik dan lebih aman. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Karena itu, dua anak dari laki-laki maupun perempuan jika dianggap cakap ditandai dengan masa baligh maka dapat menjadi bagian dari syarat sahnya pernikahan.

Hanya saja berdasarkan UU No 16 tahun 2019 tentang perubahan UU No 1 tahun 1974, pasal 7 bahwa Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun.

Atas dasar itu, hukum perkawinan bagi warga Indonesia dianggap sah apabila mencapai umur 19 tahun.

Baca Juga: Maudy Ayunda Resmi Menikah di Tanggal Cantik

Halaman:

Editor: Rinda Suherlina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Umur 76 Tahun, Polri Dinilai Lebih Humanis

Senin, 4 Juli 2022 | 13:53 WIB
X