Enam Pegawai Holywings Terancam Bui 10 Tahun Usai Buat Promosi Miras Gratis Bagi Nama 'Muhammad dan Maria'

Enam pegawai Holywings terancam bui 10 tahun usai jadi tersangka kasus promosi miras gratis bagi yang bernama Muhammad dan Maria.

Enam Pegawai Holywings Terancam Bui 10 Tahun Usai Buat Promosi Miras Gratis Bagi Nama 'Muhammad dan Maria'
Promo Holywings undang kontroversi. (Instagram: @holywingsindonesia)

INILAHKORAN, Bandung - Enam pegawai Holywings terancam bui 10 tahun usai jadi tersangka kasus promosi miras bagi yang bernama 'Muhammad dan Maria'.

"Statusnya kita naikkan dari saksi menjadi tersangka. Ada enam orang yang kita jadikan sebagai tersangka," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Polisi Budhi Herdi dikutip dari Antara, Sabtu 25 Juni 2022.

Budhi menuturkan keenam pegawai tersebut bekerja di Holywings kawasan BSD, Tangerang Selatan.

Baca Juga: Tampil Percaya Diri dan Berani di Paris Men’s Fashion Week, Ini Tampilan Naomi Campbell yang Serba Ungu!

Keenam tersangka merupakan EJD (27) selaku Direktur Kreatif, NDP (36) selaku Head Tim Promotion, DAD (27) sebagai desain grafis, EA (22) selaku admin tim promosi, AAB (25) selaku sosial media officer, dan AAM (25) sebagai admin tim promo yang betugas memberikan permintaan ke tim kreatif.

Kemudian, barang bukti yang disita polisi yakni tangkap layar (screenshot) unggahan akun resmi Holywings, satu unit mesin atau PC komputer, satu buah telepon seluler, satu buah eksternal hardisk dan satu buah laptop.

Keenam tersangka dijerat pasal pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidang, khususnya pasal menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, pasal 156 atau pasal 156a KUHP yang pokoknya bersifat permusuhan, penyalah-gunaan atau penodaan terhadap suatu agama.

Baca Juga: KNPI Laporkan Holywings ke Polda Metro Terkait Promosi Minuman Gratis bagi yang Bernama Muhammad dan Maria

Juga pasal 28 ayat 2 UU ITE tentang menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Sebelumnya, Holywings memberikan promosi dengan menggratiskan miras bagi yang bernama 'Muhammad dan Maria'. Promosi itu pun memantik emosi publik.***


Editor : inilahkoran